Way Kanan Gelar Imunisasi Serentak Cegah Difteri

Nyokabar | Rabu, 13 Desember 2017 | Dibaca: 288 | Way Kanan

Nyokabar.com, Way Kanan - Tidak ingin kecolongan terhadap wabah penyakit Difteri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan, Farida Aryani, segera memanggil seluruh kepala Puskesmas untuk menggelar rapat luar biasa membahas wabah Difteri yang saat ini sedang marak di Indonesia.

Penyakit Difteri ini sudah merambah ke beberapa kabupaten yang ada, dengan adanya imunisasi bisa mencegah terjadinya peluasan penyakit tersebut.

“Kita akan menggelar rapat luar biasa untuk bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat khususnya balita dan anak-anak. Karena di Provinsi Lampung telah terdapat pasien suspect Difteri, bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Jangan sampai masyarakat Way Kanan mejadi Korban penyakit yang bisa menyebabkan kematian tersebut,” terang Farida Aryani, Selasa (12/12/2017).

Menurutnya, dinas kesehatan dan jajaran Puskesmas akan menggelar rapat untuk melakukan kegiatan imunisasi serentak di Kabupaten Way Kanan.

Selain melakukan imunisasi di beberapa titik seperti Puskemas, Posyandu, klinik, rumah sakit, praktik bidan, sekolah, dan beberapa tempat kesehatan lainnya, juga akan jemput bola agar semua balita dan anak-anak bisa mendapatkan vaksin tersebut.

Seluruh tenaga kesehatan dan bidan desa juga wajib memberikan imunisasi kepada balita dan anak-anak, agar masyarakat Way Kanan terhindar dari penyakit Difteri tersebut.

“Selain melakukan imunisasi serentak di seluruh Puskesmas dan melakukan jemput bola, para petugs kesehatan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat betapa bahaya penyakit Difteri tersebut,” jelasnya.

Farida menjelaskan, imunisasi Difteri ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis, ini merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan kepada seluruh masyarakat yang ada.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan Difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Imunisasi Difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP.

Cakupan anak-anak yang mendapat imunisasi DTP sampai dengan 3 kali di Indonesia, pada tahun 2016, sebesar 84%. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan cakupan DTP yang pertama, yaitu 90%.*

Komentar via Facebook