Jelang Akhir Tahun, Polda Lampung Awasi Ketersediaan Bahan Pangan

Nyokabar | Selasa, 12 Desember 2017 | Dibaca: 265 | Hukum

Jelang Akhir Tahun, Polda Lampung Awasi Ketersediaan Bahan Pangan

Ilustrasi

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil menggagalkan kencing beras untuk warga miskin (raskin) pada Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 13.30 WIB. Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengatakan dalam menghadapi liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2018, peningkatan pengawasan pangan di Lampung melakukan penindakan.

“Bagaimana ditingkatkan lagi dalam mencukupi kebutuhan pangan,” ungkap dia kepada awak media Senin, (11/12/2017).

Tiga hari yang lalu, lanjut Suroso, Polda Lampung mengamankan enam truk yang membawa beras raskin. “Baru saja kita bersama Bulog, FKUB, dan Pemprov teleconfrence dengan Kapolri, Bulog, dan Dirjen Perdagangan untuk memastikan pangan aman jelang Tahun Baru. Sebelum dilakukan pengawasan kita sudah melakukan penindakan di Lampung Tengah,” ujarnya.

Beras tersebut, kata dia, dikencingi (dikurangi_red) satu karungnya dan diganti kembali dengan beras lainnya. “Mereka mengurangi berat berasnya. Ini dilakukan di jalan modusnya. Biasanya di pabrik. Pelakunya oknum sopir truk,” tuturnya.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Puji Sutan, menambahkan penangkapan oknum sopir truk bermula dari patroli mencurigakan anggota. “Di areal kebun PT GMP Bandar Mataram, Lampung Tengah menemukan truk parkir di bahu jalan. Dicurigai merobek karung beras dengan mengurangi isinya menggunakan alat berupa gancu,” ucap dia kepada awak media.

Mantan Kapolres Mesuji ini melanjutkan, barang bukti yang diamankan yakni enam truk dengan jumlah 9.630 kg beras. “Ke-24 karung beras yang sudah berisi beras yang telah dikurangi isinya,” tuturnya.

Puji menerangkan terdapat 30 karung dikalikan 15 kg dengan jumlah 2.700 kg dari enam truk sudah beredar di lapangan. “Sementara ini, oknum supir. Kalau yang ini masih melakukan penyidikan ini. Kita ada patroli malam di PT GMP. Mereka menemukan modus dengan kencing beras. Modusnya dulu di gudang sekarang di jalan,” bebernya.

Beras tersebut, lanjut dia, untuk distribusi tertentu, bulan September-Oktober 2017. ” Sebanyak 30 karung yang sudah turun,” tutupnya.*

Komentar via Facebook