Curas di Tanggamus, Satu Tewas Dimassa, Tiga Babak Belur dan Dua Buron

Nyokabar | Sabtu, 09 Desember 2017 | Dibaca: 330 | Hukum

Nyokabar.com, Tanggamus - Suherman alias Eno (40) seorang terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Kamis (6/12/2017) siang, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili S.Ik M.Si, Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda S.Sos mengatakan Suherman meninggal dunia di RSUDAM, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 07.15 WIB, setelah dirujuk dari RSUD Pringsewu.

“Berdasarkan data yang diperoleh, Suherman merupakan warga Desa Tamansari Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat ini jenazah disemayamkan di RSUD Pringsewu menunggu pihak keluarga yang menjemputnya,” kata Ipda Mirga Nurjuanda.

Sebelumnya, Polres Tanggamus dibantu warga berhasil mengamankan 4 terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas). Tetapi akibat dihakimi massa, 3 terduga pelaku bernama Alfatur (20) asal Palembang, Suherman (40) dan Agus (32) asal Bogor, Jawa Barat dievakuasi petugas kepolisian ke RSUD Pringsewu karena mengalami sejumlah luka.

Selain itu, petugas masih melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lainnya yang melarikan diri. “Terduga pelaku yang diamankan di Polres Tanggamus bernama Agus Darmawan alias Ucok (30). Sementara kawanan lain terduga pelaku kabur ke arah Kota Agung bernama Sadam alias Muhammad Rois dan Imam Buhori alias Awi,” ungkap Ipda Mirga Nurjuanda.

Berdasarkan keterangan saksi, ke-6 terduga pelaku memasuki rumah kosong milik Sukron (46) di pekon setempat sekitar pukul 12.30 WIB tetapi dipergoki saksi Anton (30), sehingga seorang pelaku melakukan penusukan menggunakan pisau mengenai bagian tangan. Saksi Anton mengalami luka sebanyak 4 jahitan di lengan sebelah kiri akibat benda tajam.

Menurut keterangan para pelaku yang berhasil diamankan, ke-6 terduga pelaku berangkat dari Bogor sekitar pukul 23.00 WIB menggunakan 3 sepeda motor menuju Kecamatan Manna, Kabupateb Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Sesampainya di pelabuhan Merak, Banten, keenamnya merencanakan merampok rumah kosong yang ditemukan dalam perjalanan.

“Jadi pas kebetulan melewati Pekon Banjar Agung Udik, keenamnya melihat rumah kosong. Kemudian keenamnya berbagi tugas, Agus Sudarman dan Alfatur memasuki rumah dan 4 temannya mengawasi situasi,” kata Ipda Mirga Nurjuanda.

Lantas bagaimana para komplotan tersebut mengetahui rumah dalam keadaan kosong atau ditinggal pemiliknya. “Berdasarkan keterangan terduga pelaku Agus Sudarman, guna memastikan rumah kosong dapat diperhatikan dari pagar rumah dan jendela tertutup. Kemudian dia masuk pagar dan berpura-pura mengetuk pintu rumah, namun apes aksinya dipergoki oleh saksi sehingga terjadilah perkelahian dan penusukan mengenai tangan saksi,” papar Ipda Mirga.

Berdasarkan keterangan saksi Anton, sambung Kapolsek, saksi mampir ke rumah korban hendak mencari pepaya. Setiba di depan rumah korban melihat sepeda motor mio merah dan 2 orang sedang di depan rumah dengan posisi gerbang tertutup. “Saksi menanyakan kepada kedua orang tersebut dan keduanya beralasan mencari Sinta, kemudian saksi menanyakan KTP orang tersebut. Saat melihat KTP, saksi juga melihat terdapat ada 2 orang diduga kawanan pelaku berada diseberang jalan,” ujarnya.

Karena saksi merasa curiga dan terduga pelaku juga terlihat mencurigakan, kemudian terjadi perkelahian. Terduga pelaku seketika mengeluarkan senjata tajam dan menusuk saksi, akibatnya saksi mengalami luka robek pada lengan kiri dan saksi berteriak meminta pertolongan kemudian terduga pelaku melarikan diri mengunakan sepeda motor.

Dua sepeda motor ke arah Pringsewu dan satunya lagi ke arah Talang Padang dan dilakukan pengejaran oleh masyarakat. “Setelah dilakukan pengejaran 3 orang terduga pelaku ditangkap di pinggir sungai Pekon Sinar Agung, Kecamatan Pugung dan dievakuasi ke RSUD Pringsewu dan sekitar pukul 17.00 WIB didapatkan kembali seorang terduga pelaku, langsung dibawa ke Polres Tanggamus,” tegasnya.

Ipda Mirga Nurjuanda mengimbau kepada kedua terduga pelaku yang melarikan untuk menyerahkan diri guna lebih jelasnya perkara tersebut. Kepada masyarakat juga jika mencurigai dan menemukan keduanya agar dapat melaporkan kepada petugas terdekat. Selain itu, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak menghakimi para pelaku kejahatan. “Jika menemukan pelaku kejahatan, kami himbau masyarakat tidak menghakimi sendiri. Serahkan kepada petugas kepolisian atau segera hubungi petugas sehingga tidak terjadi lagi pelaku meninggal di tangan massa,” pungkasnya.*

Komentar via Facebook