Adbang Sekkab Pringsewu Gelar Sosialisasi SIRUP Tahun 2018

Nyokabar | Jumat, 08 Desember 2017 | Dibaca: 326 | Pringsewu

Nyokabar.com, Pringsewu - Bina Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekkab Pringsewu meng‎gelar sosialisasi Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) tahun 2018,‎ berlangsung di Aula Pemkab setempat,  Jum’at (8/12). Bertujuan memberikan pemahaman dan pengertian tentang apa dan bagaimana RUP.

Kepala Bagian Bina Administrasi Pembangunan Sekda Pringsewu Ivan Kurniawan menuturkan,  kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta merupakan para kepala OPD, Camat dan para petugas Admin RUP.

‎Dengan menghadirkan nara sumber dari Bagian Layanan Pengadaan Secera Elektronik Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov Lampung Suci Diah Warastri Kasubag, Pembinaan Pengadaan secara elektronik dan Muhammad Yusron ‎Kasubag Pengembangan Sisten Informasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekdraprov Lampun.

‎”Agenda sosialisasi ini dimaksudkan untuk untuk memberikan pemahaman yang baik kepada aparatur yang penerapan sistem rencana umum pengadaan tahun anggaran 2018,”ucap Ivan.

Ivan Kurniawan memaparkan, sebagai instansi pemerintah, keterbukaan dan transparan dalam mengelola anggaran sudah merupakan keharusan, khususnya sudah diatur dalam Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Untuk itu setiap awal tahun anggaran diharuskan membuat perencanaan anggaran dan kegiatan secara matang dan sesuai kebutuhan Instansi yang harus dicantumkan dalam Aplikasi SIRUP. “Dalam pengisian RUP dibedakan kegiatan yang melalui penyedia dan kegiatan yang swakelola, semuanya harus dimasukkan dalam Aplikasi SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan),”ungkap Ivan Kurniawan.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan  Sekkab Pringsewu Junaidi Hasyim ketika membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati mengatakan, bahwa semua kegiatan pengadaan barang/jasa di seluruh OPD itu harus lancar. Sehingga, dapat diperoleh barang/jasa yang terjangkau, berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan. Baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi tugas pemerintah dan pelayanan masyarakat.

Junaidi menuturkan, sosialisasi ini penting dilakukan, mengingat RUP yang dibuat masing-masing OPD menjadi acuan dalam proses pengadaan barang/jasa.”Sebab apabila ada ketidaksesuaian dari data yang dientry Pengguna Anggaran melalui Petugas Admin RUP dan Paket Pekerjaan yang akan diproses atau dilelang, maka kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahap selanjutnya,”ujarnya.

Di samping itu Asisten II Junaidi Hasyim mengatakan, jika ketidakpahaman Pengguna Anggaran dan Petugas Admin RUP dalam pemaketan pekerjaan, maka akan jadi salah satu penyebab perbedaan dari nama pekerjaan yang dibuat. Terlebih, adanya pergantian Petugas Admin akibat mutasi pejabat atau staf serta perubahan OPD tentunya sedikit memberikan gangguan.

Maka diharapkan,  semoga semua Pengguna Anggaran dan Petugas Admin RUP akan paham setelah mengikuti Sosialisasi SiRUP yang memiliki perubahan konten dan fitur. Baik tentang pelaksanaan entry RUP, pemaketan pekerjaan dan pentingnya RUP dalam setiap pengadaan barang/jasa.”Sehingga dengan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, tidak ada lagi permasalahan ketidaksesuaian nama kegiatan dan pekerjaan pada aplikasi SIRUP dengan paket pekerjaan yang dilelang,”harapnya.

Junaidi juga berpesan bagi semua pihak terutama  Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu guna meningkatkan kerjasama, keterlibatan, dan kesungguhan dalam menggunakan aplikasi SiRUP untuk mengumumkan RUP dari OPD masing-masing.

Dengan adanya sosialisasi dan  pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang aplikasi SiRUP  dan pengetahuan dalam pemecahan masalah / kendala dalam pelaksanaan aplikasi SiRUP. “Semua kegiatan pengadaan barang/jasa di seluruh OPD itu harus lancar. Sehingga, dapat diperoleh barang/jasa yang terjangkau, berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan. Baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi tugas pemerintah dan pelayanan masyarakat,”imbuh Junaidi.

Sementara itu narasumber  Suci Diah Warastri Kasubbag Pembinaan Pengadaan Secara Elektronik Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik Biro Administrasi Pembangunan Sekdaprov Lampung menyampaikan bahwa  tujuan sosialisasi ini antara lain untuk memberikan penguatan pengetahuan dan pengayaan ilmu bagi setiap admin RUP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, khususnya  dalam pengadaan barang atau jasa, pemahaman dalam pelaksanaan entry RUP sekaligus pemaketan pekerjaan dikarenakan pentingnya RUP dalam pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, pelaksanaan entry RUP ini memang dilakukan sebelum Tahun Anggaran berjalan. Dan kita menargetkan, sebelum 1 Januari 2018 ini entry RUP telah selesai seluruhnya dilakukan masing-masing OPD. “Mengingat pentingnya hal ini, kita juga sudah mengirim surat ke BPKAD dengan mengaitkannya dengan pencairan uang panjar (UP) pertama. Sehingga diharapkan RUP harus tetap dikerjakan dan dientrykan sesuai DPA masing-masing OPD,” harap Suci.

Suci Diah Warastri menambahkan,  sebenarnya Pengguna Anggaran dan Petugas Admin RUP di setiap OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Pringsewu memiliki tingkat kepahaman yang baik yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. “Maka itu, untuk tahun 2018 nanti para Pengguna Anggaran dan Petugas Admin RUP akan dikeluarkan SK dari Sekretaris Daerah, untuk menetapkan Petugas Admin RUP untuk satu OPD,” imbuhnya.

Nara sumber lainnya M. Yusron selaku Kasubbag Pengembangan Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa  Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik Biro Administrasi Pembangunan Sekdraprov  Lampung, Yusron, menuturkan,  sosialisasi ini diharapkan semakin meningkatkan kemampuan RUP salah satunya dalam pemilihan pemaketan. Karena masih banyak masing-masing OPD yang bermasalah dalam membagi paket antara penyedia maupun swakelola.

Hal itu katanya, masih sering terjadi dan juga masih banyak yang double entry dari masing-masing OPD tersebut dan ini terus ditekankan.”Maka itu, jika ada admin RUP yang memiliki keraguan dan kurang paham dalam hal ini BLP siap selalu membuka diri dalam memberikan pembinaan dan informasi. Karena ini sangat penting, sebab kalau RUP tidak beres tentu lelang tidak bisa dilaksanakan dimana penarikan datanya diawali dari RUP,”jelasnya.

M.Yusron memaparkan, sebagai syarat lelang, SiRUP dibangun dan dikembangkan dalam rangka optimalisasi proses pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) secara online dengan menggunakan aplikasi Monev Online sesuai dengan ketentuan yang ada didalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 8 Tahun 2012 tentang pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa.

Pada acara itu juga berlangsung pelatihan input atau entry Rencana Umum Pengadaan OPD dan Tanya jawab bersama Narasumber dan Kepala OPD beserta Petugas Admin RUP OPD.*

Komentar via Facebook