Waspada! Sindikat Pengganjal ATM Masih Marak

Nyokabar | Rabu, 06 Desember 2017 | Dibaca: 262 | Hukum

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Teliti dahulu sebelum menarik uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jika proses penarikan janggal dan tidak seperti biasanya, bisa jadi ada masalah.

Sindikat pengganjal ATM kini masih marak beroperasi mencari mangsa. Mereka kadang menawarkan jasa membantu yang kesulitan mengambil uang di mesin ATM. Jika menemukan seperti ini, tidak perlu digubris, tinggalkan saja.

Jajaran Polda Lampung baru saja menggulung komplotan ganjal ATM yang beroperasi di sejumlah wilayah. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan modus ganjal kartu ATM 4 pelaku ada 11 tempat kejadian perkara (TKP).
.
Yakni 3 TKP diwilayah Kota Bandar Lampung dan 8 diw ilayah hukum Polres Lampung Selatan. Modus para pelaku mencari mangsa, menurut Heri, dengan cara mengganjal bilik ATM dengan cara meletakkan tusuk gigi. Kemudian mereka menunggu korban yang hendak menggunakan ATM.

Otomatis pengguna yang hendak menggunakan mesin ATM tidak bisa dan kartunya tidak masuk-masuk, lalu mereka berbagi peran menawarkan jasa pura-pura- memberi pertolongan kepada korban, " kata Heri.

Pelaku pencurian pemberatan dengan modus ganjal ATM

Pelaku pencurian pemberatan dengan modus ganjal ATM

Setelah kartu tersebut berhasil masuk ke mesin ATM, korban diminta pelaku memasukkan nomor pin ternyata tidak cocok dan kemudian kartu korban terblokir.

"Rupanya pelaku sudah menukar kartu ATM milik korban dengan mengganti kartu ATM lainnya," katanya.

Setelah pelaku mengetahui pin ATM milik korban, pelaku menyarankan untuk laporan ke Bank. Heri menambahkan, adapun peranan para pelaku, ada yang bertugas mengawasi, menunggu, joki dan terakhir mengekskusi.

"Otak yang merencanakannya adalah tersangka Junaidi, sedangkan tersangka yang lain menunggu diluar ATM," tambahnya

Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Jatanras Polda Lampung menangkap empat tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan bermodus ganjal kartu ATM.

Dua dari empat pelaku ditembak polisi karena melakukan perlawanan. Mereka adalah Ahmad Junaidi (37), warga Way Semaka, Tanggamus dan Arwansyah (22), warga Jl. Imam Bonjol, Sukajawa, Tanjungkarang Barat. Selanjutnya, Zainal (28) dan Irawan (24), keduanya warga Kota Agung, Tanggamus.

Menurut Heri Sumarji, saat hendak dilakukan penangkapan, dua tersangka melakukan perlawanan aktif dan berusaha menyerang petugas.

"Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas, lalu dilumpuhkan dengan timah panas," tutur Heri saat menggelar ekspos kasus di Mapolda, Rabu, 6 Desember 2017

Para tersangka, sambung Heri, dibekuk petugas di daerah Sukajawa, Tanjungkarang Barat. Dari tangan para tersangka, polisi menyita satu pucuk senjata api (senpi) berikut 6 butir amunisi aktif, 2 buah gergaji besi dan satu pak tusuk gigi, untuk digunakan para pelaku mengganjal ATM,. Sedikitnya juga disita 110 berbagai jenis kartu ATM.*

Komentar via Facebook