Pemkab Lambar dan LIPI Resmikan Kebun Raya Liwa

Nyokabar | Selasa, 05 Desember 2017 | Dibaca: 115 | Lampung Barat

Nyokabar.com, Liwa - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama dengan LIPI meresmikan Kebun Raya Liwa (KRL) di Walcome Area  Kebun Raya Liwa,  Kabupaten  Lampung Barat. 5/12/17.

Peresmian tersebut ditandai dengan Penekanan Sirine dan Pelepasan Balon di lanjutkan Dengan Panandataganan Prasasti Lauching Kebun Raya Liwa oleh Plt. Kepala LIPI  Prof.  Dr. Bambang Subiyanto, M.Agr.Sc.

Hadir dalam acara tersebut Kementrian PUPR ,  Komisi VII DPR RI  Hadi Mulyadi, Perwakilan dari Gubenrur Lampung  Staf ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum Dan Politik Theresia Sormin SH.,dan Bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri, Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Makmur Azhari, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Barat Edi Novial S.Kom yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon serta peninjauan seluruh area Kebun Raya Liwa.

Bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri  pada acara peresmian tersebut mengatakan, Peresmian kebun raya ini merupakan salah satu langkah untuk melakukan studi dan konservasi terhadap biodiversitas, khususnya varietas endemik di sekitar Lambar. Selain itu Kebun Raya Liwa diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai sebuah kebun raya untuk fungsi pendidikan, penelitian, rekreasi, ekonomi dan konservasi. Selama 10 (sepuluh) tahun perjalanan kebun raya liwa, banyak hal yang sudah di bangun diantaranya adalah taman tematik  ,kebun raya liwa pada saat ini telah memiliki 5 (lima) taman tematik yaitu taman tematik araceae, taman  tematik wangi ,taman tematik buah, taman tematik hias, taman tematik aren dengan total luas  ± 11,7 ha, dengan lebih  20.000 spesimen tanaman kebun koleksi.

Kebun raya liwa memiliki 6 blok kebun koleksi dengan luasan 5,8 ha dengan jumlah koleksi 2382 spesimen tercakup kedalam 294 jenis, 184 marga dan 60 suku , rumah pembibitan , kebun raya liwa saat ini telah memiliki 7 rumah paranet yaitu 2 rumah paranet pembibitan koleksi umum dengan  221 spesimen tanaman 1 rumah paranet anggrek  dengan 715 spesimen tanaman, 3 rumah paranet piper/ sirih-sirian dengan 46 spesimen, dan 2 rumah sungkup : dengan 1.137 spesimen. Fasilitas penunjang kebun raya liwa, meliputi  kantor, toilet umum ,mushola , kedai kopi ,jalan setapak dan jalan rabat, pergola , gazebo , rumah jaga ,kolam ,welcome area, jalan lingkungan, dan lain sebagainya.

Selanjutnya  dengan berbagai jenis dan jumlah koleksi flora serta sarana pendukung yang sudah ada, kami berkeyakinan 5 fungsi kebun raya yaitu fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan sudah dipenuhi oleh kebun raya liwa, oleh karena itu Pemkab Lambar menguatkan komitmen untuk melakukan peresmian KRL.

Sementara itu, Plt. Kepala LIPI  Prof. Dr. Bambang Subiyanto M.Agr. Sc.,  menyampaikan Hingga saat ini, kita sedang membangun 33 Kebun Raya, yaitu 5 Kebun Raya yang dikelola LIPI, 26 Kebun Raya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan 2 Kebun Raya dikelola Perguruan Tinggi. Tujuh Kebun Raya Daerah telah di launching, yaitu Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (Sulawesi Selatan) pada tahun 2013,Kebun Raya Balikpapan (Kalimantan Timur) tahun 2014,  Kebun Raya Kuningan (Jawa Barat) dan Kebun Raya Baturraden (JawaTengah)  padatahun 2015. Kebun Raya Katingan (Kalimantan Tengah) dan Kebun Raya Banua (Kalimantan Selatan) pada tahun 2016. Dan pada tahun 2017 ini telah dilakukan pra-launching Kebun Raya Batam (14 November 2017), launching Kebun Raya Jompie Parepare (28 November 2017).  Jumlah tersebut akan bertambah pada hari ini, dimana kita akan bersama-sama melaunching Kebun Raya Liwa yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi lampung.

Kami berharap setelah kegiatan launching ini, maka Kebun Raya Liwa akan semakin berkembang dan terus maju, sehingga peran dan fungsinya makin dirasakan oleh masyarakat luas. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lambar yang memiliki komitmen dalam upaya pengembangan Kabupaten Lambar sebagai kabupaten konservasi.*

Komentar via Facebook