Pelajar Tertangkap Basah Bawa Pil Excimer

Nyokabar | Senin, 04 Desember 2017 | Dibaca: 112 | Metro

Nyokabar.com, Metro - Tanpa sengaja sejumlah pelajar tertangkap basah mengonsumsi pil excimer. Mereka akhirnya digelandang polisi.

Tapi tahukah Anda bahaya mengonsumsi pil ini jika tidak ada resep dokter?

DPRD dan Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Metro mendukung langkah aparat kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran pil excimer di kalangan pelajar. Salah satu caranya dengan menggelar razia di sekolah.

Empat siswa SMA dan SMK asal Punggur, Lampung Tengah ditangkap Unit Patroli Satuan Sabhara Polres Metro, Kamis (30/11).

Mereka tertangkap tangan menyalahgunakan pil excimer. Ketua DPRD Metro Anna Morinda mengatakan, langkah Polres Metro untuk melakukan sidak ke setiap sekolah perlu diapresiasi dan didukung.

Karena gerakan tersebut mengedepankan tindakan preventif bagi pelajar.

"Ini dilakukan demi masa depan anak bangsa. Mudah-mudahan ini menjadi atensi serius kita semua. Serius ya, baik orangtua maupun guru di sekolah. Karena narkoba ini musuh bersama," ujar Anna yang juga ketua Granat Metro, Minggu (3/12).

Hal sama dikatakan Sekretaris MUI Metro Nasrianto Effendi. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan jaringan pengedar obat terlarang masih berkeliaran di Metro.

"Jadi, upaya untuk melakukan razia berupa penggeledahan terhadap barang bawaan pelajar di sekolah memang harus dilakukan. Sekaligus sosialisasi. Begitu juga dengan rumah kos," imbuhnya.

Nasrianto menambahkan, sekalipun pelajar yang ditahan berasal dari luar Lamteng, transaksi jual beli pil excimer terjadi di Bumi Sai Wawai.

Apalagi di Metro banyak terdapat pelajar yang berasal dari luar daerah.

"Jadi ini menjadi kesempatan pengedar untuk mendekati pelajar-pelajar. Polisi jauh lebih paham tentang pola-pola jaringan. Makanya ini harus bersama kita tangani. Termasuk guru-guru juga perlu melakukan penggeledahan secara rutin dan dadakan," ucap Nasrianto.

Menurutnya, fungsi bimbingan konseling (BK) di sekolah yang kurang optimal harus kembali dijalankan sesuai fungsinya.

Tidak sekadar menunggu ada kasus anak. Tapi aktif memberikan sosialisasi atas bahaya narkoba ke siswa-siswi secara rutin.

Empat pelajar yang diamankan karena kedapatan menyalahgunakan pil excimer adalah AAW (17), FDH (15), AL (17), dan DK (17).

Mereka mendapatkan informasi obat penenang itu dari seseorang yang baru dikenal di Facebook.

Selanjutnya mereka melakukan transaksi melalui pesan singkat WhatsApp.

Polres Metro mengaku telah mengantongi identitas pengedar pil excimer kepada empat pelajar yang tepergok Unit Patroli Satuan Sabhara, Kamis (30/11) lalu.

Namun, pihaknya masih mengembangkan kasus ini.

"Sudah. Masih kita dalami," ujar Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Umi Fadilah Astutik, Minggu (3/12).

Umi melanjutkan, dalam waktu dekat polisi segera melakukan razia di sekolah. Namun, waktunya masih harus menyesuaikan jadwal ujian akhir semester.

"Jadi nanti kita sesuaikan, supaya tidak mengganggu konsentrasi ujian mereka juga," ujarnya.

Pil excimer bukanlah termasuk dalam obat-obatan terlarang narkotika atau psikotropika. Namun untuk membelinya harus mendapatkan resep dari dokter.

Jika dikonsumsi berlebihan bisa mengancam keselamatan jiwa seseorang. Dan biasanya diawali dengan kondisi tak sadarkan diri.*

Komentar via Facebook