Mesuji Rentan Konflik Agraria

Nyokabar | Kamis, 30 November 2017 | Dibaca: 115 | Mesuji

Nyokabar Mesuji. Konflik agraria banyak terjadi di Kabupaten Mesuji. Konflik terjadi antara masyarakat dan masyarakat, masyarakat dengan perusahaan, juga masyarakat terhadap pemerintah.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Mesuji Gunarso menyampaikan hal itu dalam dialog publik konflik agraria di Balai Desa Ajijaya, Kecamatan Simpangpematang.

Ia mengatakan jika konflik yang paling menonjol di Mesuji terjadi di kawasan hutan Register 45. Kemudian di hak guna usaha PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).

"Permasalahan paling menonjol selama ini di Mesuji antara masyarakat Desa Kagungandalam, Sritanjung, dan Nipahkuning dengan PT BSMI. Kemudian perambahan hutan Register 45," kata Gunarso, Rabu 29 November 2017.

Dia menambahkan jika konflik bisa dicegah apabila warga dan pemerintah memiliki dokumen yang sah atas hak yang menjadi alat bukti kepemilikan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Perwira Penghubung Kodim 0426 Mayor Inf Agus Sutono dan Camat Simpangpematang Darwis.

Gunarso meminta seluruh kades segera lakukan pendataan kepada warga yang belum mempunyai surat hak kepemilikan. "Karena pada 2018, Pemkab Mesuji kembali mengadakan program nasional sertifikasi tanah hak milik dengan pola pendaftaran tanah sistematis," ujarnya.

Komentar via Facebook