Sembilan Jembatan Dibangun, Seluruh Jalan di Tulangbawang Terhubung

Nyokabar | Rabu, 29 November 2017 | Dibaca: 100 | Tulang Bawang

Nyokabar.com, Menggala - Kendala warga Tulangbawang yang harus jalan memutar melewati perkebunan tahun ini berakhir. Seluruh jalan di Koridor 22 yang terputus akibat kerusakan jembatan bakal tersambung. Pemerintah Provinsi Lampung membangun sembilan jembatan agar konektivitas Tulangbawang lancar.

Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, keluhan utama warga Tulangbawang adalah banyaknya jembatan rusak peninggalan era 80-an. “Jembatan tersebut eks jalan transmigrasi. Kontruksinya tidak memadai lagi. Akibatnya, warga harus memutar jauh lewat jalan perkebunan. Selain jauh, menjadi ekonomi biaya tinggi karena warga harus bayar jika lewat jalan perkebunan,” kata Gubernur Ridho, Senin (27/11/2017).

Sembilan jembatan yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Koridor 22 ini, menghubungkan jalan-jalan utama di Tulangbawang. Koridor itu yakni Simpang Unit VIII-Gedung Aji, Gunung Aji-Umbul Mesir, Simpang Pematang-Brabasan, dan Brabasan-Wiralaga. “Koridor ini urat nadi ekonomi Tulangbawang dan sekitarnya. Perbaikan jembatan ini agar roda perekonomian menggeliat,” kata Ridho.

Pada tahap awal, Pemprov membangun tiga jembatan box culvert yakni Way Pidada III, Way Pidada IV, dan Way Kecubung I. Melalui APBD Perubahan 2017, Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung membangun enam jembatan serupa yakni Way Penawar 3, Way Gedong Aji, . Way Kecubung 2, Way Suhai 1, Way Opak, dan Way Basoh.

Gubernur Ridho menargetkan pembangunan sembilan jembatan baru itu, mampu memperlancar arus barang dan jasa, terutama komoditas agrobisnis Tulangbawang seperti sawit, jagung, padi, dan karet. “Jembatan ini menghubungkan sentra-sentra produksi pangan Tulangbawang seperti kawasan padi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rawapitu. Ini sentra pangan Tulangbawang dan kami menargetkan dapat mendukung Lampung sebagai lumbung pangan nasional,” kata Ridho.

Kabupaten Tulangbawang, menurut Gubenrur, merupakan salah satu penopang peningkatan daya saing Lampung yang kini berada di posisi 11 nasional. Pembangunan infrastruktur ini, kata Ridho, merupakan bagian peningkatan daya saing. “Konektivitas itu syarat peningkatan daya saing. Saya berharap pembangunan sembilan jembatan baru ini, konektivitas Tulangbawang ke jalan nasional meningkat,” kata Gubernur Ridho.

Dalam meningkatkan konektivitas ini, Pemprov Lampung menganggarkan dana Rp1,3 muliar pada APBD murni dan Rp2,8 miliar pada APBD perubahan, sehingga totalnya Rp4,1 miliar. Kesembilan jembatan ini berkekuatan maksimal 14 ton dengan usia ekonomis 25 tahun. Jembatan ini menghubungkan jalan sepanjang 22,5 km di ruas Simpang Unit VIII-Gedung Aji dan 31,5 km di ruas Gedung Aji-Umbul Mesir. Dana ini merupakan bagian Rp41,9 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi jembatan pada APBD 2017.

Pemilihan konstruksi box culvert dengan panjang 3-6 meter x 9 meter, menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, tepat untuk kondisi Tulangbawang. “Jembatan yang rusak berada pada sungai yang tidak berarus deras, bekas sawah, dan ketinggian permukaan air pendek,” kata Budhi Darmawan.

Pihaknya menargetkan di akhir 2017, seluruh jalan yang berada di Koridor 22 Tulangbawang dapat tersambung. Pembangunan enam jembatan yang dianggarkan melalui APBD Perubahan, kata Budhi, kini dalam tahap pengerjaan akhir. “Targetnya, tak ada lagi warga yang harus memutar jauh melewati perkebunan. Kami berharap pemakai jalan dan jembatan mematuhi tonase maksimal, agar jalan dan jembatan berumur panjang,” kata Budhi.*

Komentar via Facebook