Mahasiswa UIN Raden Intan Buat Lubang Biopori

Nyokabar | Kamis, 23 November 2017 | Dibaca: 92 | Pendidikan

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Mahasiswa semester 5 Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan membuat lubang resapan biopori di lingkungan kampus UIN Raden Intan Lampung.

Pembuatan lubang resapan biopori tersebut merupakan salah satu praktikum matakuliah ekologi. Biopori ini berfungsi untuk mengurangi genangan air ketika hujan dan menambah resapan air.

Matakuliah tersebut diampu oleh Dr. Eko Kuswanto, M.Si selaku dosen. Saat praktikum, mahasiswa mendapat bimbingan dari Irawansyah selaku asisten dosen yang juga kakak tingkat mahasiswa yang praktikum tersebut.

“Mahasiswa yang ikut praktikum ini ada 4 kelas. Setelah mereka mendapat teori, mereka juga harus dapat mempraktekannya,” kata Irawan saat mendampingi mahasiswa di belakang gedung akademik.

Irawan memaparkan, lubang resapan biopori ini dibuat lubang dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman 100 m. lubang tersebut nantinya diisi dengan sampah organik agar nantinya menjadi kompos dan memudahkan air menyerap ke dalam tanah.

“Setelah itu, lubang ditutup dengan dengan paralon yang ada tutupnya dan tutupnya harus sudah dilubangi agar air masuk kedalam dan tidak ada batu atau sampah-sampah lain yang masuk kedalam lubang,” tambahnya.

Pembuatan lubang tersebut juga dibantu oleh Bagian Umum dengan meminjamkan mesin pengebor lubang resapan biopori. “Mesin tersebut untuk memudahkan mahasiswa dalam pembuatan lubang dan agar banyak lubang-lubang biopori yang ada,” kata Kabag Umum Puji Raharjo, M.Hum dilokasi yang sama saat meninjau pembuatan lubang biopori tersebut.

Ia juga menjelaskan, Bagian Umum UIN Raden Intan memang menargetkan ada seribu lubang biopori di lingkungan UIN Raden Intan Lampung. Menurut Kabag Umum ini, praktikum mahasiswa biologi tersebut sangat bermanfaat dan membantu untuk menambah jumlah resapan air di UIN Raden Intan Lampung.

“Selain untuk menjaga keseimbangan lingkungan, lubang resapan biopori ini sangat berguna sebagai resapan tandon air bawah tanah ketika datang musim kemarau,” pungkas Puji.*

Komentar via Facebook