Petugas Cleaning Service RSUD Pringsewu Mogok Kerja

Nyokabar | Rabu, 08 November 2017 | Dibaca: 124 | Pringsewu

Nyokabar.com, Pringsewu - Lambatnya pembayaran gaji Pekerja kontrak dan Out Soaurcing di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Pringsewu melakukan aksi mogok kerja, mogok kerja yang dilakukan adalah sebagai bentuk protes, lantaran upah belum dibayarkan oleh pihak PT. Zona Andalas Mandiri.

Zona Andalas Mandiri sebagai pemenang tender pengadaan biaya jasa kebersihan dengan nilai anggara Rp 1.105.083.340,00,- dampak dari telatnya pembayan gaji, Puluhan Petugas Cleaning Service Rumah Sakit melakukan aksi mogok kerja, Karena, belum terbayarkan selama dua bulan. Kemarin, Senin (6/11).

Heriyanto petugas kebersihan RSUD Pringsewu mengukapkan, Ada sekitar 36 orang petugas kebersihan yang belum mendapatkan honor selama dua bulan.

“Ya, kami bekerja atas nama PT.Zona Andalas Mandiri selaku petugas kebersihan di Rumah sakit, Maka, kami melakukan protes karena belum membayarkan honor kepada pihak PT.Zona Andalas Mandiri,”Kata Heriyanto.

Heriyanto juga menambahkan, bukan tidak ada alasan kami melakukan mogok kerja, dengan harapan apa yang kami lakukan bisa ada solusinya. Selain itu juga, lanjut heriyanto, setiap harinya kami selaku petugas kebersihan selalu aktif dalam bekerja. Akan tetapi, Hak kami belum terpenuhi sedangkan kami harus menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Udah 2 bulan mas honor kami petugas kebersihan belum dikeluarkan, sedangkan tahu sendiri mas kami punya tanggungan, mana untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, hutang sana sini pada semuanya nagih jadi bingung kami mas”keluhnya Heriyanto.

Ditempat yang sama, Saat mengkonfirmasi pihak RSU Pringsewu membenarkan kalau ada aksi mogok kerja yang dilakukan oleh petugas kebersihan, Dalam hal ini perwakilan rumah sakit.

Darli Johanes menjelaskan, Terkait aksi mogok kerja yang dilakukan petugas kebersihan untuk menuntut upah honor. Perlu diketahui juga, pihak RS sudah menujuk pihak ketiga sebagai Pengelolaan dan penagihan dengan sistem mengajukan klaim ke RS.

“Sedangkan pihak ketiga pengelolan cleaning servis itu sendiri, mereka membatasi kemampuan untuk pembayaran gaji, mungkin ada kebijakan internal dari PT. ZAM, untuk melakukan pembayaran sesuai dengan kontranya”ungkap Darli Johanes

Selain itu juga Darli berlasan, soal keterlambatan pembayaran bulan Oktober di awali dari penundaan pembayaran oleh pihak BPJS, sedangkan secara umum oprasional rumah sakit bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dana operasionalnya hampir 80% dari BPJS, sehingga keterlambatan pembayaran klaim BPJS, Berdampak pada semua pengeluaran rumah sakit, termasuk biaya tagihan pihak outsourcing cleaning servis.*

Komentar via Facebook