Pedagang Sayur Ajak IPNU Way Kanan Ramaikan Hari Santri

Nyokabar | Kamis, 19 Oktober 2017 | Dibaca: 147 | Way Kanan

 

Nyokabar Way Kanan.  Memperingati Hari Santri 22 Oktober, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan, Lampung menggelar sejumlah kegiatan di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu dan mendapat respon positif kepala kampung setempat, Marsana dengan cepat.

    Ketua IPNU Nufi Muhammad Yusuf, di Baradatu, Minggu(16/10) menjelaskan, kegiatan akan dilakukan cukup beragam menanggapi ajakan warga Bhakti Negara, Baradatu, Slamet Edy Santoso yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling.

    "Setelah berbincang menghabiskan segelas kopi di rumah mas Slamet, pengurus IPNU segera silaturahmi dengan kepala kampung dan rencana kegiatan langsung disambut baik," kata Nufi.

    Kegiatan bekerjasama dengan Banser Husada Satkorwil Lampung, Gusdurian Lampung, Pemerintah Kampung Bumi Merapi dan Tim Swarna Raya Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia tersebut akan dilakukan pada Ahad, 22 Oktober mulai pukul 09.00-15.30 WIB di Masjid Al Muhajirin, Dusun 3, RT 3 di Kampung Bumi Merapi. Informasi 0857-0916-1016.

    Meliputi bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis AJi Tapak Sesontengan (ATS), sedekah oksigen, pembacaan shalawat nariyah, hingga kampanye keberagaman.

    Nufi yang sudah mengikuti Diklatsar Banser PC GP Ansor Way Kanan itu semula tidak paham bagaimana aplikasi ATS di lapangan. Namun saat di rumah mas Slamet menyaksikan warga dari Kampung Sungsang, Negeri Agung yang sudah tidak mau makan selama dua hari akibat gangguan non medis.

    "Menjelang magrib mereka tiba, dan saat azan berkumandang, warga yang sakit itu menjerit-njerit histeris. Tapi setelah ditangani mas Slamet akhirnya sudah membaik dan mau makan juga," papar Nufi.

    Masyarakat yang ingin menyembuhkan penyakitnya tanpa melihat latar belakang agama silakan menghadiri kegiatan tersebut. Tidak dipungut biaya.

    Tapi panitia menyediakan kotak donasi seridhonya bagi yang mampu untuk sedekah oksigen. Bagi yang tidak mampu tidak perlu memaksakan diri, tetap bisa menyembuhkan penyakitnya.

    "Kami berpikir bahwa itu solusi baik. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Ini yang menguggah hati untuk menyambut ajakan ajakan mas Slamet yang merupakan praktisi ATS dari Swarna Raya, bahwa sehat ternyata itu tidak mahal dan mudah," kata Nufi lagi.

    Perihal sedekah oksigen, IPNU mengajak warga untuk bekerjasama, mengulurkan tangan untuk urunan menanam pohon dengan tujuan terciptanya lingkungan asri, udara sejuk, serta manfaat beragam lain.

    "Sedekah itu bukan untuk kami karena dikembalikan untuk kampung guna membeli satu jenis pohon mempunyai nilai produktif seperti mangga, sawo, rambutan atau nangka. Ini yang membuat kepala kampung menyambut baik kegiatan satu kali yang mempunyai dampak positif beragam," kata dia lagi.

    Sambil menunggu terapi penyembuhan, warga muslim akan diajak melantunkan shalawat nariyah. NU kontinu menggelar shalawat nariyah 1 miliar dengan harapan Indonesia selalu dinaungi oleh kemakmuran, keadilan, kesejahteraan, kedamaian.

    "IPNU Way Kanan yakin, harapan tersebut juga diinginkan dan dilakukan seluruh anak bangsa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Saudara kita dari umat Hindu, Budha, Kristen tentu menginginkan hal sama. Ini yang harus kita jaga bersama dengan cara-cara bermartabat," kata Nufi.

    Slamet kemudian menambahkan, Yayasan ATS Global Indonesia terus berkomitmen mendarmabaktikan diri bagi kemanusiaan dengan warisan jenius leluhur nusantara di bidang husada, tanpa biaya untuk terapi, hanya saja untuk bisa menguasai ATS dikenakan biaya Rp1 juta.

    "Kita boleh terinspirasi dengan pernyataan Steve Jobs.In your life you only get to do so many things and right now weve chosen to do this, so lets make it great(dalam hidupmu, kamu bisa melakukan banyak hal dan sekarang kita telah memilih untuk melakukan ini, jadi mari kita membuatnya jadi besar). Tapi jangan lupa inspirasi Sunan Kalijaga, urip kuwi urup (hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)," ujar Slamet.

 

Komentar via Facebook