Kesadaran ASN Kabupaten Lampura Terhadap Infaq dan Sadaqoh Bulanan Kepada Baznas Masih Minim

User 7 | Kamis, 12 Oktober 2017 | Dibaca: 73 | Lampung Utara

Kesadaran ASN Kabupaten Lampura Terhadap Infaq dan Sadaqoh Bulanan Kepada Baznas Masih Minim

Foto. Muhammad Riswan pengurus harian Baznas Kabupaten Lampura

Nyokabar Lampung Utara – Terhitung sejak bulan Januari hingga akhir Oktober tahun 2017 Badan amil zakat infaq dan sadaqah (Baznas) Kabupaten Lammpung Utara (Lampura) telah mengumpulkan dana sebesar Rp388 juta. Dana tersebut telah disalurkan kepada yang berhak menerimanya pada bulan Juli 2017 sebesar Rp 170 juta.

Akan tetapi minimnya kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di satuan kerja (Satker) dilingkup pemkab Lampura untuk menginfaqkan dan sadaqah bulanan.

Jika dilihat dari data yang dimiliki Baznas Kabupaten Lampura, selain Kementrian Agama hanya terdapat tiga Satker dilingkup Pemkab setempat yang menyalurkan dana infaq dan sadaqah ke Baznas.

Adapun tiga satker tersebut yakni Dinas Koperasi UMKM, Dinas Perikanan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Muhammad Riswan selaku pengurus harian Baznas Kabupaten Lampura mengatakan meski pihakanya telah menyalurkan dana sebesar Rp 170 juta kepada yang berhak menerimanya, Baznas Lampura masih memiliki saldo sebesar Rp 210 juta.

” Sisa saldo itu rencananya akan disalurkan pada akhir bulan Desember ini,” kata Muammad Riswan, Kamis (12/10)

Riswan menjelaskan, bahwa Baznas adalah merupakan badan amil zakat milik negara. Namun untuk keberadaanya di Kabupaten Lampura telah memiliki kepengurusan yang surat keputusan Baznas Lampura langsung ditanda tangani oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dengan Nomor SK: B/ 424/ 03-LU/ HK/ 2016 tentang pengurus Baznas Lampura periode 2016-2021.

” Meski pelaksanaan dilapangan masih berbentuk himbauan, akan tetapi kami telah mengumpulkan dana baik dari satker maupun perorangan yang telah disalurkan,”jelasnya.

Riswan menegaskan bahwa kesadaran ASN dilingkup Pemkab Lampura terbilang masih cukup kurang. Hal itu dubuktikan adannya beberapa satker yang sampai mendekati akhir tahun 2017 belum juga menyalurkan dan infaq dan sadaqah rutin kepada Baznas.

” Dalam hal ini semestinya setiap satker membentuk unit penerima infaq, sadaqah, dan zakat. Setelah terbentuk maka perorangan yang ditunjukan melakukan pengumpulan dana infaq, sadaqah dan zakat yang dimaksud selanjutnya diserahkan ke Baznas untuk diteruskan kepada yang berhak menerimannya,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook