Wabup Fauzi Tinjau Pusat Industri Pembuatan Tahu

Nyokabar | Jumat, 06 Oktober 2017 | Dibaca: 144 | Pringsewu

Nyokabar.com, Pringsewu - Wakil Bupati Pringsewu, Dr. H. Fauzi meninjau pusat industri pembuatan Tahu di Pekon Gadingrejo dan pusat pengembangan budidaya ikan air tawar di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo.

Peninjauan di dua lokasi itu usai Gowes sepeda bersama, Jum’at (6/10). Wabup Fauzi di dampingi Asisten II Junaidi Hasyim, Kadisporapar Samsir Kasim, Kadis Perikanan M.Yusuf dan sejumlah kepala OPD terkait.

Mengawali peninjauan dipusat industri pembuatan Tahu di salah satu pengusaha ‎Yulius Hermawan yang berlokasi di Gang Tahu Pekon Gadingrejo,Wabup Fauzi menyempatkan berdialog dengan kelompok pengusaha, seputar proses pembuatan maupun pemasarannya bahkan proses pembuangan air limbahnya.

Rombongan meninjau langsung ke dapur sebagai tempat proses pembuatan yang dimulai dari pemilihan bahan baku kedelai yang bagus, pencucian, ‎perebusan, permentasian hingga menjadi tahu yang siap dipasarkan baik dalam bentuk tahu mentah maupun yang sudah digoreng.

Bahkan rombongan juga meninjau ke beberapa  lokasi pengusaha tahu lainnya yang berada diseputar lingkungan setempat dipandu kepala Pekon Gadingrejo.

‎Sebelumnya Fauzi menegaskan kepada para pengusaha tahu agar pada proses pembuatan harus benar-benar bersih dan sehat baik itu kepada para tenaga pembuat, pada tempat pengelolaan juga pada airnya sebagai bahan inti memproduksi.”Begitu juga bahan baku minyak gorengnya harus benar-benar baik dan steril,”harapnya.

Serta menegaskan, pengusaha tahu agar jangan mencoba-coba menggunakan zat kimia ataupun bahan-bahan pengawet lain yang membahayakan bagi manusia jika memakan tahu tersebut.

“Tolong dalam pembuatan tahu jangan menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebagai pengusaha itu harus jujur‎. Juga gunakan pekerjanya warga sekitar dulu guna membantu perekonomiannya,”pintanya.

Disisi lain Wabup Fauzi mengharapkan kepada para pengusaha tahu agar mencoba membuat olahan tahu dalam bentuk kemasan yang berbeda, seperti keripik kulit tahu atau yang lainnya. Sehingga akan tercipta ciri khas tersendiri olahan Tahu hingga menjadi kuliner.”Saya yakin pasti cukup laku, sebab bahan baku dari tahu mau dibuat dalam bentuk apapun, rasanya tetap enak,”ujar Fauzi.

Sedang Asisten II Junaidi Hasyim juga meminta kepada para pengusaha agar mencoba menyediakan makanan tahu itu pada momen festival makanan dana jajanan tradisional yang digelar setiap Minggu pagi di jalan jalur dua Gerbang ke ‎perkantoran Pemkab Pringsewu.

“Saya yakin makanan berasal dari tahu ini akan disukai masyarakat,”ungkap Junaidi.

S‎ementara itu salah seorang pengusaha tahu Yulius Hermawan didampingi istrinya Sri Lestari menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wabup Pringsewu beserta jajarannya.”Berbagai masukan dan himbauan ‎itu akan saya coba terutama mengemas olahan tahu dalam bentuk lain,”ujarnya.

Dia menuturkan, lingkungannya ada sek‎itar15 pengusaha tahu dengan pola pemasarannya menyebar kebeberapa wilayah kecamatan Kabupaten Pringsewu juga ke kabupaten tetangga Pesawaran bahkan ada yang ke Bandar Lampung.

Yulius menambahkan, dia melakukan bisnis usaha tahu bersama istrinya sudah hampir 20 tahun‎, meniru usaha orang tuanya Suratno Jamil yang sudah memproduksi tahu sejak 1960.”Untuk memproduksi tahu, setiap hari saya menghabiskan 2 kwintal kedelai dengan dibantu sembilan pekerja warga sekitar saja. Alhamdulillah dalam sebulan bisa meraih keuntungan bersih 7 hingga 10 juta,”terangnya.

Usai meninjau produksi Tahu, Wabup Dr. Fauzi beserta rombongan langsung meninjau UPT Pengembangan Budida‎ya Ikan seluas 2 Ha terdiri 25 kolam dari berbagai ukuran yang berada di Pekon Tulung Agung sebagai pusat pembenihan ikan Gurame, Lele, Nila dan Patin yang didatangkan dari Sukabumi, Jawa Barat.

Wabup Fauzi menyarakan kepada Kadis Perikanan Pringsewu M.Yusuf agar bisa berpola dan berbuat untuk melobi ke pusat ‎ Jakarta mencari bantuan anggaran sesuai bidangnya supaya bisa turun di Kabupaten Pringsewu ini.”Jadi jangan selalu mengandalkan APBD saja. Carilah peluang, itulah gunanya kepala dinas,”kata Dr. H.Fauzi.

‎Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Pringsewu M.Yusuf siap menjalan saran tersebut.*

Komentar via Facebook