Lambar Luncurkan Sistem Pupuk Online

Nyokabar | Kamis, 05 Oktober 2017 | Dibaca: 124 | Lampung Barat

Nyokabar.com, Liwa - Pemkab Lampung Barat mulai tahun ini akan segera menerapkan sistem penyaluran pupuk bersubsidi melalui e-billing atau sistem online. Program ini akan diluncurkan di Kecamatan Balikbukit.

Asisten II Bidang Ekbang Pemkab Lambar Nata Djudin Amran mengatakan, sistem online ini merupakan bentuk inovasi yang diharapkan bisa menjamin distribusi dan ketersediaan pupuk untuk melindungi dan mendukung usaha pertanian.

Melalui sistem aplikasi e-biling ini, para petani melalui gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani (poktan) dan kelompok masyarakat diminta untuk segera menyesuaikan diri, dan dituntut untuk paham dan mampu menggunakan aplikasi tersebut.

Menurut dia, salah satu yang perlu diperhatikan dalam rangka pelaksanaan program pertanian adalah pembangunan melalui sistem penyediaan prasarana dan sarananya terutama permasalahan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. bagi petani pupuk merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi terutama pupuk bersubsidi dari pemerintah.

”Dapat dipastikan bila ketersediaan pupuk ditingkat petani tidak memadai maka usaha pertanian terancam gagal. Untuk itu pemerintah daerah kabupaten Lampung Barat mengupayakan agar pengalokasian pupuk tetap tersedia dan bisa dijangkau oleh petani,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, perlu dibangun sistem penyediaan dan pendistribusiannya agar ketersediaan pupuk bersubsidi dapat dilakukan secara maksimal, tepat jumlah maupun waktu serta memenuhi syarat administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban pendistribusiannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah agar pupuk bersubsidi mudah diperoleh oleh petani selaku pengguna yang benar-benar berhak mendapatkannya.

Seperti diketahui,  pola penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian di Provinsi Lampung sebagaimana telah diatur dalam peraturan Gubernur Lampung nomor 99 tahun 2016, petani yang tergabung dalam kelompok tani (KT) tidak lagi melakukan pembyaran di kios-kios, melainkan akan melakukan pembayaran di Bank Lampung dan penebusan sesuai dengan rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK).*

Komentar via Facebook