Terdakwa Kasus Program Bansos di Way Kanan Mulai Diadili

Nyokabar | Selasa, 03 Oktober 2017 | Dibaca: 185 | Hukum

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Sidang atas terdakwa Reza Mustika Nunyai dan Rajib Putra Nunyai selaku penyedia barang dari Kegiatan Program Bantuan Sosial Peningkatan Mutu Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK E Leaming) Sekolah Dasar TA 2014 pada Dinas Pendidikan Way Kanan di gelar di pengadilan pengadilan Tipikor Kelas 1 A Tanjungkarang,Senin (2/10)

Kedua terdakwa yang saat ini masih buron (DPO) telah merugikan keuangan negara mencapai Rp. 588 juta, akibat dari 35 Sekolah yang mendapat program bansos (TIK E Leaming) masing – masing Rp. 54 juta harus membeli barang yang sudah di siapkan oleh kedua terdakwa.

Menurut salah satu saksi persidangan, Amrizal Kepala Sekolah SD Negeri 1 Suka Negeri, Gunung Labuhan Kec. Way Kanan mengatakan, bahwa dirinya menerima sejumlah uang dengan cara di transfer melalui bank, dengan nilai sesuai dengan MOU Kemendikbud yaitu Rp. 54 juta.

Mereka mengambil uang di bank setelah mendapat informasi jika uang tersebut sudah di transfer.

Hanya berselang satu hari setelah uang di ambil mereka mendapat informasi bahwa barang-barang tersebut sudah datang, dan uang tersebut di serahkan pada waktu mengambil barang.

Lanjut Amrizal, bahwa Saat pengambilan di bank, dirinya tidak bisa mengambil semua uang tersebut, pihak bank mengatakan harus meninggalkan sisah Rp. 1,2 juta dengan alasan siapa tahu mendapat bantuan lagi, dan uang tersebut bisa di ambil jika sudah mendapat persetujuan Dinas Pendidikan Waykanan.

“Saat itu saya menolak, karena barang tersebut tidak bekualitas dan tidak sesuai dengan sosialisasi sebelumnya. Kami pihak sekolah inginnya barang itu kan bagus, dan kami pakainya akan lama untuk kemajuan anak – anak didik kami,” Ungkapnya.

Amrizal menambahkan, bahwa pada saat di komplin ke Dinas, dalam hal ini Dinas Pendidikan mengatakan bahwa jika barang – barang tersebut terjadi kerusakan untuk bersama-sama lagi mengajukan bantuan.*

Komentar via Facebook