Dugaan Pungli di SMAN 1 Batanghari Lamtim, Benarkah Suripto Berperan Sebagai Dalang ?

Nyokabar | Selasa, 12 September 2017 | Dibaca: 687 | Lampung Timur

Dugaan Pungli di SMAN 1 Batanghari Lamtim, Benarkah Suripto Berperan Sebagai Dalang ?

LSM KPK siap laporkan perkara Pungli SMAN 1 Batanghari Lamtim kepihak berwajib, (12/9/2017)

Nyokabar Lampung Timur. Masalah pungutan liar (Pungli) ditubuh SMA N 1 terus bergejolak. Benarkah paraktek pungutan liar (Pungli) itu perintah langsung Suripto selaku kepala sekolah tersebut. Bahkan Suripto dituding menjadikan Asnawati yang notabane guru setempat untuk melakukan pungli.

Saat dikonfirmasi Asnawati terlihat jelas nampak kebingungan, harus menjawab pertanyaan dari nyokabar.com. Asnawati berkata bahwa dia hanya melakukan atas perintah kepala sekolah, yakni perintah soal penarikan dana pertahun sebanyak Rp.1.200.000/murid ungkap Asnawati Senin (11/09/2017).

Sedangkan dalam pemberitaan sebelumnya. Dimana sewaktu dikonfirmasi belum lama ini, Asnawati melempar persoalan kepada wakepsek Ruspandi. Padahal, ketika dikonfirmasi soal pungutan dana pertahun dan pungutan untuk qurban dalam rangka menyambut Idhul Adha sebesar Rp20.000/murid.

Ruspandi sangat terkesan tidak respek atas konfirmasi tersebut. Bahkan Ruspandi dengan sengaja melakukan atraksi dengan membuka baju, memperlihatkan baju kaos di dalamnya, yakni kaos berlambang komisi pemberantasan korupsi (KPK), lalu dengan cepat dia menutupnya sembari berkata bahwa anaknya sudah kerja di KPK ungkap Ruspandi dengan nada dan mimik wajah yang terkesan angkuh.

Disatu sisi, nyokabar yang bermaksud menyajikan berita yang berimbang berupaya menghubungi Kepsek Suripto, lagi-lagi upaya tersebut masih kandas. Karena saat itu Suripto tetap enggan menerima panggilan telpon dari nyokabar. Padahal berdasarkan informasi dan data pihak DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Provinsi Lampung, dugaan Pungli yang tidak diketahui oleh komite ini, akan terus ditindak lanjuti, atas dasar bukti kuwitansi, yang di dalamnya tertera nominal pungutan pertahun yang mesti wajib dibayar setiap murid. Dan kuwitansi tersebut ditanda tangani langsung oleh Asnawati, yang juga bertindak selaku bendahara sekolah. Adapun bukti kuwitansi lainnya yakni pungutan untuk qurban, yang ditanda tangani oleh Kepsek Suripto secara langsung.

Meskipun kepastian pihak LSM KPK yang hendak mengawal kasus tersebut sebelum menerima jawab resmi pihak sekolah, maka dengan itu akan dilaporkan adanya dugaan unsur pidana berupa pungli, oleh oknum kepsek Suripto ke pihak yang berwajib secara resmi.

Wartawan nyokabar.com : Agus saputra

Komentar via Facebook