Disdukcapil Pesawaran Sosialisasikan Pembuatan Akta Kelahiran

Nyokabar | Selasa, 05 September 2017 | Dibaca: 251 | Pesawaran

Disdukcapil Pesawaran Sosialisasikan Pembuatan Akta Kelahiran

Disdukcapil Pesawaran Sosialisasikan Pelayanan Pembuatan Akta Kelahiran

Nyokabar.com, Pesawaran - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesawaran menggandeng Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Negeri Katon untuk mensosialisasikan dan sekaligus memberikan pelayanan pembuatan akta kelahiran. Hal ini dilakukan untuk menyusul target nasional pencapaian pembuat akta lahir.

Kepala Seksi (Kasi) Kelahiran Neni Puryanti, mengatakan, pemerintah telah membuat target pencapaian akta kelahiran dari awal bulan september sampai dengan bulan oktober, harus selesai se-Kabupaten Pesawaran.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), target pembuat akta kelahiran harus mencapai 85 persen di kabupaten Andan Jejama ini,” katanya, dalam Sosialisasi Akta Kelahiran, yang digelar di SDN 8 Negeri Katon. Selasa (5/9)

Neni menjelaskan, target pencapaian akta ini untuk anak usia 0-18 tahun. Dari jumlah anak usia itu di Pesawaran, minimal harus 85 persen harus memiliki akta lahir.

Pihaknya, menggandeng sekolah melalui KUPT Pendidikan dan Kebudayaan dan seluruh kepala sekolah yang ada di Kecamatan Negeri Katon, yang nantinya pihak sekolah yang langsung mengajak warga melalui siswa di kelas untuk taat membuat akta kelahiran. 46 sd, 11 smp, 34

“Biar para kepala sekolah yang nantinya akan mengkoordinasikan, membantu mengajak masyarakat untuk membuat akta,” jelasnya.

Sedangkan, Kepala UPT Negeri Katon Rismalena mengatakan, jumlah pemilik akta lahir untuk anak usia 0-18 tahun di kecamatan setempat baru 40 persen yang memiliki.

“Di kecamatan kita ini, baru 40 persen yang memiliki akta, dan insyaallah dengan adanya sosialisasi ini bulan depan di Kecamatan Negeri Katon sudah sampai 100 persen,” terangnya.

“Negeri Katon ini memiliki 46 Sekolah Dasar (SD), 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 34 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan kita optimis semua anak didik yang ada, akan secepatnya memiliki akta,” pungkasnya.*

Komentar via Facebook