Kata Ulang Dalam Bahasa lampung (Nyo)

Nyokabar | Sabtu, 12 September 2015 | Dibaca: 3467 | Pepacur

Nyokabar Lampung. Kata-kata yang mengalami prosese pengulangan atau reduplikasi disebut juga dengan kata ulang. Proses pengulangan yang terjadi pun bermacam-macam, misalnya pengulangaan kata secara utuh, pengulangan bunyi kata, penguangan sebagian kata, pengulangan kata semu dan pengulangan kata berimbuhan.

Kata ulang pun dapat dikelompokan berdasarkan bentuk dan fungsi atau makna perulangan. Berikut ini adalah jenis-jenis kata ulang dalam bahasa Lampung, dialek Nyo :

Acal-icul (Bergoyang-goyang tidak kuat)
Ambang-ambing (Terombang-ambing)
Angah-inguh, angah-inguh (Kepayahan, keberatan)
Angal-ingul (Mau/menerima dengan terpaksa)

Bar-bur (Terbang/pergi ke sana ke mari)
Blaccak-blaccik (Meloncat ke sana ke mari)

Cal-cul (Sering muncul)
Camang-cimung (Muka belepotan)
Cangak-cingik (Benda yang banyak (ber)cabang)
Cappas-cappis (Badan berpakaian tidak rapi)
Caruk-aruk (Makan campur-campur)
Cas-cus (Sering datang)

Galah-giluh (Bisa digerak-gerakkan)
Galak-giluk (Mondar-mandir)
Galak-galik (Berguling-guling (sewaktu tidur))
Gawar-giwir (Menggelewer hendak jatuh)

Kacal-kicul (Goyangan benda tertanam yang sedang dicabut)
Kabal-kabil (Mulut yang selalu berceloteh)
Kacar-kacil (Kocar-kacir)
Kalak-kiluk (Kisah perjalanan yang berkelok-kelok)
Kanang-kaning (Selalu mengomel)
Kanyal-kinyul (Seperti orang ompong yang sedang makan)
Karak-karik (Mencoreti, menulisi)
Katak-kituk (Sibuk di dapur)
Katak-kitil (Tumpukan benda yang banyak sekali)
Katang-kiting (Sisa buah dimakan binatang)
Kawal-kawil (Tergantung lepas hendak jatuh)

Lalah-lilih (Mondar-mandir tak bermanfaat)

Meggek-peggek (Sudah jompo dan sakit-sakitan)
Merek-perek (Penuh sesak)
Meles-peles (Mata sakit, lampu yang redup)
Micel-picel (Menggilas-gilas pakai jari)
Migur-pigur (Badan lemas atau loyo)
Miles-piles (Mencubiti)
Miring-giccing (Tidak rata atau miring)
Misek-bisek (Menangis tersedu sedan)
Muget-puget (Duduk tidak berdaya)
Mukas-pukas (Badan penuh dengan kotor)
Muyun-puyun (Buah-buahan yang lebat)

Nalan-talan (Nakal, bandel, semaunya)
Nayah-tayah (Banyak sekali, melimpah ruah)
Nehah-dehah (Menanyakan omongan yang tidak didengar)
Nehuh-dehuh (Kecewa dengan sesuatu)
Neghut-deghut (Sangat ingin memakan(nya))
Ngabah-kabah (Sangat lebar sekali)
Ngabung-abung (Perut besar karena kembung)
Ngagui-agui (Merintih-rintih kesakitan)
Ngallut-allut (Sangat menyesali)
Ngangah-angah (Terbuka lebar)
Nganggek-anggek (Mengira-ngira)
Nganguk-angguk (Duduk di atas sesuatu)
Ngarau-arau (Bunyi tangisan orang)
Ngawar-awar (Terang benderang)
Ngawel-kawel (Berusaha meraih barang yang tempatnya tinggi)
Ngawany-ayang (Tidur dengan posisi terlentang)
Ngayah-kayah (Kehidupan yang tidak teratur)
Ngayung-kayung (Suara orang yang menjerit kesakitan)
Ngeghau-keghau (Tangan mencakar-cakar)

Ngenau-genau (Adonan yang encer kebanyakan air)
Ngerek-gerek (Tempat yang penuh berisi benda hidup)
Ngereng-kereng (Suara orang berkelakar atau bersendau-gurau)
Ngerih-kerih (Suara orang yang memanggil-manggil)
Ngibek-ibek (Suara orang menggerutu)
Ngibek-kibek (Semerbak bau wangi)
Ngibel-ibel (Menggerutu melulu)
Ngibes-kibes (Berjalan cepat-cepat)
Ngicek-icek (Berdiri dan terdiam)
Ngicek-kicek (Berjalan sendirian)
Ngidep-idep (Cahaya atau lampu yang tidak terang)
Ngideu-ideu (Bingung mencari)
Ngigem-igem (Besar sekali dan warnanya hitam)
Ngigeng-igeng (Benda lembek yang lalu menjadi keras)

Ngiging-iging (Memegeng benda berat lalu tidak kuat)
Ngijik-kijik (Berjalan perlahan-lahan)
Ngikep-ikep (Muka suram, hari yang hendak hujan)
Ngilam-gilam (Bernafsu melakukan sesuatu)
Ngilei-ilei (Mengalir-alirkan)
Ngilek-gilek (Benda panjang yang bergerak)
Ngileu-gileu (Menaruh dendam)
Ngilip-kilip (Hampir tak kelihatan, penuh dengan air)
Ngimeh-kimeh (Menyibukkan diri)
Ngimik-kimik (Barang sedikit, wadah kekecilan)
Ngingih-ingih (Duduk di atas sesuatu)
Ngiyek-kiyek (Merasa sakit yang lama)
Nginyeng kiyeng (Sangat bernafsu)
Ngirih-kirih (Mengalir kecil atau sedikit)
Ngisal-isal (Menginjak-injak)
Ngisek-kisek (Suara berisik orang bekerja)
Ngitek-kitek (Bergerek tetepi tidak jauh)
Ngitip-kitip (Mencari kesempatan)
Ngiwek-kiwek (Menggoyangkan benda yang panjang)
Ngiwen-kiweng (Sangat tinggi atau dalam sekali)
Ngiwir-iwir (Benda yang tergantung)
Ngiyek-iyek (Menginjak-injak)
Ngubur-ubur (Kelihatan sangat merah)
Nguceng-uceng (Berdiri tegak, tinggi)
Ngulek-ulek (Mual hendak muntah)
Ngulem-ulem (Makan dengan rakusnya)
Nguguk-uguk (Kelihatan sangat besar sekali)
Ngunyak-kunyak (Mengacak-acak makanan basah)
Ngura-urai (Terlihat sangat panjang)
Nguwir-uwir (Mengorek-orek)
Nigek-tigek (Kepala menggeleng-geleng)
Nijen-tijen (Sudah melaksanakan)
Nijo-nijo (Berbuat yang tidak-tidak)
Nulo-tulo (Berbuat seenaknya sendiri)
Nyegek-cegek (Hidup sakit-sakitan, tumbuhan tak subur)
Nyelam-celam (Selalu memikirkan makanan)
Nyiak-ciak (Seperti bunyi anak ayam)
Nyikau-cikau (Menggapai benda yang jauh atau tinggi letaknya)
Nyilak-cilak (Mata jalang)
Nyilek-cilek (Jalan cepat sekali)
Nyiling-ciling (Sorot mata yang tajam)
Nyitik-sitik (Badan kecil-mungil)
Nyitek-sitek (Kesana kemari tak mau diam)
Ntubeh-cubeh (Tak bosan menasehati)
Nyuttel-suttel (Daging badan yang gemuk sekali)

Pattek-attek (Menangis sambil meronta atau menghentak)
Pecaghang-caghang (Penglihatan yang sudah tidak awas)
Pekeghau-keghau (Memekik-mekik, suka mengambil barang orang)
Pelayang-layang (Melayang-layang)
Pelelles-lelles (Tertawa terkekeh-kekeh, menangis tersedu-sedu)
Pelubus-lubus (Menangis sampai terlupa)
Pelugur-lugur (Membodohkan diri)
Pelujo-lujo (Barang atau benda yang banyak sekali)
Pelulo-lulo (Membodohkan diri sendiri)
Peimeng-imeng (Kebingungan dalam bertindak)
Pideu-ideu (Bingung mencari)
Rambah-rambih (Tidak banyak dandanan)
Rayas-rayis (Pekerjaan yang tidak rapi)

Salak-siluk (Liku-liku perkataan atau ruangan)

Pagun wat si baghih...? tulis di kolom komen di doh sijo ya waghi...tabik ...

Komentar via Facebook