Kata Ulang Dalam Bahasa lampung (Api)

Nyokabar | Sabtu, 12 September 2015 | Dibaca: 8013 | Pepacur

Nyokabar Lampung. Kata-kata yang mengalami prosese pengulangan atau reduplikasi disebut juga dengan kata ulang. Proses pengulangan yang terjadi pun bermacam-macam, misalnya pengulangaan kata secara utuh, pengulangan bunyi kata, penguangan sebagian kata, pengulangan kata semu dan pengulangan kata berimbuhan.

Kata ulang pun dapat dikelompokan berdasarkan bentuk dan fungsi atau makna perulangan. Berikut ini adalah jenis-jenis kata ulang dalam bahasa Lampung, dialek Api :

Acal-icul (Bergoyang-goyang tidak kuat)

Baccak-baccik (Kesana kemari)
Biyuk-kipuk (Menangis sambil ngeomel)

Cai-bucai (Tidak ada kemantapan)
Cabal-cabil (Berceloteh)
Cap-cup (Keluar masuk ruangan)
Cappas-cappis (Sangat tidak rapi)
Cutang-cating (Malang-melintang)

Dibang-dibung (Terayun-ayun)
Digak-diguk (Berjalan bungkuk dan lambat)

Gabakh-gabekh (Tercecer disana-sini)
Gemak-gimong (Cemas)
Ghanjah-Ghanjih (Tidak mantap tentang sikap)
Ghappas-Ghappis (Acak-acakan)
Ghayas-Ghayis (Kerja basing-basing)
Ghiyak-Ghahhai (Bersuka ria)
Giyogh-Ghimbogh (Berpoya-poya)

Igak-igik (Banyak kemauan yang mustahil)
Ilak-ilung (Merengut, sedih)
Inguh-inguh (Pembicaraan yang tidak jelas)
Kabal-kabil (Mengomel)
Kaghak-kaghik (Corat-coret, pikiran pusing)
Kalak-kiluk (Berkelok-kelok)
Kalat-kalit (Berbelit-belit)
Kanyal-kinyul (Makan biji-bijian tak bergigi)
Kasak-kasai (Tergopoh-gopoh)
Kejang-kejang ( Gemetar)
Kesegh-kesegh (Semakin menjadi)
Kicagh-kiwagh (Sehat dan gagah)
Kital-kitil (Banyak temukan kecil-kecil)
Klatak-klituk (Bicara gagu)
Kucak-kacik (Acak-acakan)
Kupal-kapil (Goyang mau lepas)
Kutak-katil (Utak-atik)
Kuttang-katting (Bawaan berbagi barang)
Khanjakh-khanjikh (Kerja semaunya sendiri)
Khapas-khapis (Serba acak-acakan)
khayas-khayis (Kerja semaunya sendiri)

Lamagh-lemegh (Berlumuran tiada menentu)
Langgah-linggih (Tidak menetap)
Lasah-lasih (Gelisah)
Luccak-laccau (Melompat kesana kemari)
Lunjat-lanjit (Selalu berpindah tempat)
Lutang-lating (Malang melintang)
Luttang Lattung (Luntang lantung)

Miling Piling (Mencari kesempatan negatif)
Mughat Maghit (Morat marit)
Mughun Pughun (Sangat lebat buanya)
Mundagh Mandegh (Mondar mandir)

Nebong Debong (Cemas, was was)
Negok Tegok (Penasaran)
Nelap Delap (Emoasi, hendak marah yang tertahan)
Netogh Netogh (Gemetetar)
Ngaban Kaban (Datang pergi berkelompok)
Ngacas Kacas (Tergopoh gopoh tak peduli sekitanya)
Ngawagh Gawagh (Terang benderang)
Ngecoh Gecoh ( Hujan tidaklebat, tapi tidak berhenti)
Ngegambai Gambai (Berduyun duyun tapi santai)
Ngegok Gegok ( Terbahak-bahak)
Ngenyas Kenyas (Tergopoh gopoh)
Ngesesai Ngesusui (Terburu-buru)
Ngighih Kighih (Gemericik mengalir tiada henti)
Ngining Kining (Bergemerlapan)
Ngiyong Giyong (Berdengung terngiang)
Ngughit Ughit (Mengungkit yang telah usai)
Ngughui Kughui (Berduyun duyun)
Nguyun Nguyun (berduyun duyun)
Niguk Diguk (Berjalan bungkut lamban)
Ningik Dingik (Duduk seperti akan jatuh)
Nula Tula (Berbuat sesuka hati, tidak mau diatur)
Nyasang Sasang (Gerah terasa panas menyengat)
Nyasai Sasai ( (tergopoh gopoh)
Nyeghilak Nyegheccau (Berkilau bergemerlap)
Nyughoh Sughoh ( Sangat banyak barangnya)
Nyuwot Cuwot (Berjalan cepat tidak melihat sekitar)

Sagak Sagai (Acak acakan)
Selayah Selayuh (Bekrja sesuka hatinya lamban)
Sulak Sulai ((Seluk beluk)

Takah Temikih (Tata cara)
Tol Geghimol (Serba tidak jelas)

Ulang Uloh (Pulang pergi)
Unggah Ungguh ( Merintih)
Usai Usai (Campur tangan tanpa diminta)

Was Was (Was was)
Wagh Wegh (Mudah berubah pendirian)

Pagun wat si baghih...? tulis di kolom komen di doh sijo ya waghi...tabik ...

Komentar via Facebook