Gajah Liar Berhasil Digiring Masuk Hutan Register 31 Tanggamus

Nyokabar | Sabtu, 26 Agustus 2017 | Dibaca: 347 | Tanggamus

Nyokabar.com, Kota Agung - Konflik gajah dengan manusia di Pekon Sri Katon dan Karang Agung, Kecamatan Semaka, akhirnya agak mereda setelah gajah bisa digiring masuk hutan lindung Register 31.

Menurut Camat Semaka Edi Fahrurozy, penggiringan gajah melibatkan pawang gajah dari Pemerihan, Pesisir Barat. "Pihak WWF (World Wide Fun for Nature) yang mendatangkan dua pawang. Kami juga masih menunggu pawang dari Way Kambas. Jadi penggiringan ini menggunakan pawang gajah," ujarnya, Jumat (25/8).

Edi mengatakan, pengusiran gajah menggunakan beberapa tahapan. Pertama dengan pengusiran biasa. Hal itu sudah dilakukan satgas gabungan terdiri BKSDA, TNBBS, WWF, Wildlife Conservation Society (WCS), Rhino Protection Unit (RPU), bersama warga beberapa pekon, namun tidak berhasil. Gajah kembali lagi ke sekitar perkampungan. Upaya pengusiran sudah dilakukan sejak 8-23 Agustus kemarin.

Lantaran konflik bakal berlangsung lama, lalu diputuskan melibatkan tim dari Way Kambas. Namun karena kesibukan di pihak Way Kambas, akhirnya WWF mendatangkan pawang dari Pemerihan. Upaya menggiring dengan pawang adalah tahap berikutnya.

"Usaha penggiringan pawang dari Pemerihan sudah berhasil. Gajah mau digiring menjauh dari perkampungan dan masuk hutan lindung. Targetnya gajah digiring masuk hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)," terang Edi.*

Komentar via Facebook