Pemprov Genjot Produksi Cabai

Nyokabar | Senin, 14 Agustus 2017 | Dibaca: 270 | Ekonomi

Nyokabar.com, Bandar Lampung - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mencatat produksi cabai merah di Lampung sepanjang 2016 mencapai 34.821 ton. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 31.272 ton.

“Produksi cabai di 2016 mengalami surplus dan bisa menyuplai kebutuhan di Sumatera dan Jawa,” Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Edi Yanto.

Menurutnya, sejak 2014, Lampung memang dikenal sebagai produsen cabai merah dan cabai rawit terbesar di Sumatera. Saat itu produksi cabai merosot akibat cuaca yang hanya mencapai 15.001 ton.

“Sempat turun menjadi 14.727 ton pada tahun 2015, kemudian naik lagi menjadi 15.823 ton pada tahun 2016,“ ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi cabai, pada tahun ini Pemprov Lampung telah mengembangkan 710 hektare lahan cabai di seluruh kabupaten/kota. Peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan internal Lampung maupun pasokan ke daerah lain.

Terkait ancaman hama, menurut Edi, pihaknya berupaya mencegah serangan hama dengan pelatihan aplikasi agen hayati corynebacterium untuk menekan perkembangan penyakit antraknosa.

“Petani harus menguasai aplikasi ini agar panen maksimal. Salah satu sentra yang jadi fokus perhatian di Kabupaten Tanggamus,” kata dia.

Para petani cabai di Desa Dadapan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Tanggamus mendapat bantuan agen hayati sekaligus bimbingan cara mengaplikasikannya di lahan pertanaman cabai milik Kelompok Tani Jaya Mulya I.

“Petani diajarkan cara membuat perangkap likat kuning yang bermanfaat sebagai perangkap bagi hama thrips dan kutu kebul,” ujarnya.

Sementara untuk kesehatan tanaman, diberikan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Petani juga dianjurkan untuk menanam tanaman refugia di sekitar pertanaman cabai, tempat hidup bagi serangga musuh alami.*

Komentar via Facebook