Polisi Amankan Pelaku Penambang Emas Ilegal

Nyokabar | Jumat, 11 Agustus 2017 | Dibaca: 187 | Way Kanan

Nyokabar.com, Way Kanan - Kepala Kepolisian Resor Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara melakukan kegiatan ekspose atas kasus ilegal mining (tambang emas), Jumat (11/8/2017).

Yuda menerangkan, Tim Unit Tipiter (tindak pidana tertentu) Sat Reskrim Polres Way Kanan, Lampung pada 9 Agustus 2017 pukul 15.30 wib mengamankan empat orang. Mereka diduga sebagai tersangka kasus ilegal mining tambang emas.

Inisial SY (53) warga Kampung Umpu Bhakti Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan bersama EP (28), HU (34) dan IP (33).

Yang tiga orang ini warga Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan.

Penangkapan bermula saat Kanit Tipiter Ipda Anang Mustaqim bersama anggota melaksanakan giat patroli di daerah Kampung Umpu Bhakti.

Di pinggir Sungai Kali Emas Kampung Umpu Bhakti, kemudian mendengar ada suara mesin dompeng sedang beroperasi.

Kanit berserta anggota mengecek sumber suara mesin. Dan benar ditemukan sedang melakukan kegiatan penambangan.

Mesin diesel dan keong menyemburkan air ke tanah sehingga tanah tersebut disedot menggunakan mesin dan keong untuk disaring menggunakan karpet untuk mendapatkan atau menghasilkan emas.

Selanjutnya Kanit bersama anggota reskrim Polres Way Kanan melakukan upaya penangkapan di lokasi pertambangan.

Setelah ditanya kepada ke 5 (lima) orang pelaku penambang sedang bekerja ditanyakan surat izin.
namun tidak ada.

Saat akan ditangkap, satu pelaku berhasil melarikan diri selanjutnya ke empat orang yakni SY, EP HU dan IP bersama barang bukti diamankan ke Polres Way Kanan.

Pengakuan tersangka, SY sebagai pemilik tanah, modal dan peralatan. Pelakui baru mendapatkan emas mentah kurang lebih 4 gram dengan harga Rp 305.000 ( tiga ratus lima ribu rupiah) per gram karena emas mentah yang kami hasilkan berkadar kurang lebih 70 persen.

Yuda menerangkan, pelaku dijerat Pasal 158 dan Pasal 161 undang – undang RI. No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000?.*

Komentar via Facebook