Israel Curi Dokumen Al-Aqsha Selama Penutupan Masjid

Nyokabar | Selasa, 08 Agustus 2017 | Dibaca: 248 | Mancanegara

Nyokabar.com, - Selama penutupan Masjid Al-Aqsha bulan lalu, otoritas pendudukan Israel mencuri dokumen penting dari Masjid Al-Aqsha yang berkaitan dengan properti dan wakaf Yerusalem.

Dilansir dari Middle East Monitor (7/8), Ketua Pusat Internasional Yerusalem Hassan Khater mengatakan bahwa pendudukan Israel telah mencuri dokumen dari ruang perpustakaan yang merupakan arsip dokumenter Masjid Al-Aqsha saat pasukan Israel melakukan penutupan Al Aqsha.

"Melalui dokumen-dokumen ini, pendudukan Israel merasa memperoleh anugerah. Pencurian dokumen-dokumen ini adalah bencana nyata," kata Khater

Menurut Khater, dokumen yang dicuri Israel merupakan dokumen yang berisikan rincian, rahasia dan tanda tangan tentang properti dan wakaf Yerusalem. Ia menambahkan lebih dari 90 persen Kota Tua Yerusalem adalah bagian dari hibah ini. Khater menekankan bahwa kemampuan pendudukan Israel untuk menempa dokumen akan membahayakan wakaf kota.

Dia juga mengungkapkan ketakutannya bahwa pendudukan Israel akan menggunakan dokumen-dokumen ini untuk membantu melaksanakan rencana Judaisasinya di kota suci tersebut, dengan catatan bahwa Yudaisasi adalah pertempuran utama antara Palestina dan Israel.

Sebelumnya diberitakan polisi Israel menutup Masjid Al-Aqsha di Yerusalem (14/7) dan melarang warga Muslim Palestina shalat Jumat di masjid itu, setelah dua polisi Israel ditembak mati oleh tiga pria bersenjata di area masjid. Warga Palestina melakukan demonstrasi terus menerus selama 12 hari melawan penempatan detektor logam Israel dan sistem pengawasan di pintu masuk Masjid Al-Aqsa.

Lima orang Palestina terbunuh dalam sepuluh hari setelah penutupan dan 1.090 terluka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Ahad (16/7) bahwa Israel akan membuka kembali kompleks Masjid Al Aqsa. Menurunya penutuoan dilakukan dengan alasan keamanan.*

Komentar via Facebook