Diduga Menjadi Korban Perampokan, Bedi Warga Tangerang Selatan Dibuang Di Abung Kunang

Lampung Utara | Kamis, 15 Juni 2017 | Dibaca: 242 | Lampung Utara

Diduga Menjadi Korban Perampokan, Bedi Warga Tangerang Selatan Dibuang Di Abung Kunang

Ket. Foto. Ilustrasi/Net.

Nyokabar Lampung Utara  - Nampaknya aparat Kepolisian Resort Lampung Utara harus bekerja secara ekstra, pasalnya tindak kejahatan atau kriminalitas di wilayah hukum Lampung Utara belakangan ini semakin meningkat.

Rabu (14/6) sekitar pukul 22.00 Wib, telah terjadi aksi perampokan terhadap, Bedi Barata (44) warga kampung Bugel Desa Kadu Agun Kecamatan Tiga Raksa Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Bedi terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diduga telah menjadi korban perampokan di Desa Bangi Kecamatan Abung Kunang Kabupten setempat.

Berdasarkan pantauan, Kamis (15/6) sekitar pukul 13.00 WIB, Bedi (korban.red) masih menjalani perawatan di RSU Handayani Kotabumi. Korban dilarikan kerumah sakit karena luka dibagian leher dileher selain itu korban juga harus merelakan kendaraannya yakni satu unit mobil Avanza tipe G warna silver gold Nopol B 7377 CK, dan tiga unit HP serta uang Rp 600 ribu.

Saat ditemui di rumah sakit, korban menceritakan peristiwa naas yang menimpa dirinya yang mana saat itu bermula dirinya yang berprofesi sebagai pemilik rental mobil, dihubungi oleh pelaku yang mengaku bernama Budi dengan maksud ingin menyewa mobilnya untuk dibawa ke Palembang Sumatera Selatan.

" Pelaku menghubungi saya menyewa mobil saya untuk dibawa ke Palembang alasannya istrinya mau melahirkan. Kami sempat melakukan nogosiasi besaran tarif sewa mobil seharga Rp 1,5 juta, dan saya sendiri sebagai sopirnya. Kami berangkat dari Tangeran pada Rabu (14/6) sekitar pukul 9.30 WIB," tuturnya.

Dikatakannya bahwa setiba di Lampung Utara, pelaku meminta dirinya untuk menghampiri rekannya yang mengaku bernama AL, yang akan ikut juga ke Palembang. Namun sayangnya Bedi tidak mengetahui lokasi tempat dirinya bersama pelaku menjemput rekan Budi yakni AL.

" setelah sholat taraweh, Budi meminta untuk menemui AL yang ingin ikut ke Palembang, tapi saya tidak tau tempat menjemput AL,” katanya.

Dujelaskan Bedi, setelah menjemput AL, mereka kembali melanjutkan perjalanan, dan setengah jam perjalanan terang Bedi, dengan alasan hendak muntah dikarenakan mabuk kendaraan, Budi meminta dirinya menghentikan kendaraannya.

"Disaat berhenti itulah, AL yang duduk dibangku tengah langsung mengikat leher saya pakai tali. Lalu saya berusaha berontak, dan Budi menusuk leher saya dengan memakai pisau. Kemudian  saya buka pintu mobil untuk keluar." Terang Bedi.

Setelah dirinya keluar dari dalam mobil tersebut, Bedi tidak menyangka bahwa ada seorang tersangka lain yang langsung menodongkan senjata api kepada Bedi. Dirinya tidak mengetahui darimana datangnya pelaku yang bmenodongkan senjata api itu.

"Saya nggak tau darimana datangnya pelaku bersenpi itu. Dia bilang jangan bergerak atau saya bunuh,"jelasnya.

Masih kata Bedi, pada saat dirinya tidak berdaya, kedua tangan dan kaki, mulutnya diikat kemudian wajahnya ditutup dengan menggunakan sehelai kain.

“ Setelah saya tidak berdaya sayta dimasukan kedalam mobil lalu dibawa oleh para pelaku , Kemudian saya dibuang mereka di perkebunan jagung. Disitulah saya berusaha menyelamatkan diri dan berteriak minta tolong. Syukurlah ada orang yang langsung menolong saya, sampai akhirnya saya dibawa kerumah sakit, " pungkasnya seraya mengatakan ciri-ciri pelaku (Budi.red) tingginya sekitar 160 cm, berambut ikal, pakai sweater biru. Sedangkan AL tingginya sekitar 170 cm memakai baju warna kuning.

Terpisah Kapolres Lampung Utara, AKBP Esmed Eryadi, saat dikonfirmasi, Kamis (15/6) membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kapolres menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dialami oleh Bedi di Desa Bangi Kecamatan Abung Kunang, Modus operandi para pelaku yakni pura-pura ingin merental mobil korban dengan tujuan ke Baturaja Sumatera Selatan.   

“ Kita belum mengetahui identitas pelakunya karena Bedi (korban) saat ini masih dirawat dirumah sakit, mengingat luka yang dialaminya agak parah,jadi kami belum bisa meminta keterangan siapa yang merental mobilnya, nanti kita akan upayakan meminta keterangan dari korban,” ujar Kapolres.Kapolres mengaku, pihaknya akan berupaya mengembangkan aksi kejahatan tersebut karena kemungkinan besar tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan terjadi diluar wilayah hukum Lampung Utara.“ Berawal dari kejadian tersebut nanti akan kita kembangkan, ada kemungkinan penganiayaan dilakukan diluar wilayah kita, kemudian dibuang diwilayah kita atau ditempat itu juga penganiayaannya,” pungkasnya.

Laporan Wartawan Nyokabar.com : Diqin

Komentar via Facebook