Antisipasi Mudik Lebaran, Ada Jalur Khusus Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar

Nyokabar | Selasa, 13 Juni 2017 | Dibaca: 243 | Bandar Lampung

Nyokabar Bandar Lampung, - PT Hutama Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menaungi empat BUMN lainnya dalam pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), menyiapkan jalur darurat khusus di ruas Bakauheni - Terbanggi Besar. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik lebaran yang melintasi jalur lintas Sumatera.

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT HK, Rizal Sutjipto mengatakan, jalur darurat yang disiapkan mulai dari STA 00.00 sampai sekitar STA 39.700. Menurut Rizal, jalur darurat tersebut hanya akan dibuka jika kondisi jalur utama, yakni lintas tengah Sumatera, mengalami macet parah.

"Jalur itu bisa dilalui kendaraan. Hanya saja memang belum sempurna 100 persen. Rambu, penerangan, pagar pembatas dan lain sebagainya belum siap," kata Rizal saat menggelar jumpa pers dalam rangka persiapan jalan tol sebagai jalur fungsional mudik di Kantor PT Waskita Karya, Sabah Balau, Senin (12/6).

Di sisi lain, Rizal mengungkapkan, untuk ruas Lematang - Kotabaru sepanjang 5 kilometer, tetap akan dibuka pada H-10 lebaran sebagai jalur fungsional. Artinya, lanjut Rizal, ruas tersebut belum bisa digunakan sebagai jalur utama.

"Karena hanya sedikit sekali yang sudah bisa dimanfaatkan pemudik. Hanya sekitar 5 km, untuk main road (jalan utama) ditambah sekitar 6 km jalan akses. Jadi sangat tidak mungkin jika dijadikan jalur utama. Karena pemudik akan banyak tersita waktunya jika harus masuk dan keluar di jalur yang sama," papar Rizal.

Rizal menambahkan, jalur fungsional ruas Lematang - Kotabaru yang akan dibuka pada musim mudik lebaran 2017 ini belum akan dipungut bayaran alias gratis. "Karena sifatnya masih fungsional, jadi belum berbayar. Tetapi kami tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan pengendara. Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam mengamankan jalur tol," tutur Rizal.

Sedangkan untuk kendaraan yang melintas, Rizal memastikan, sama dengan jalan tol pada umumnya, hanya roda empat atau lebih yang bisa melintas di jalan tol. Sementara untuk roda dua, dilarang untuk menggunakan jalan tol. "Ya meski masih fungsional, tetap sesuai aturannya. Jalan tol tidak diperbolehkan untuk roda dua," tegas Rizal.

Kepala Pelaksana Lapangan PT Waskita Karya Rohman Hidayat menambahkan, untuk kondisi jalan, ruas Lematang - Kotabaru sudah 100 persen bisa dilalui kendaraan. Saat ini, kata Rohman, hanya tinggal menyelesaikan pembangunan gerbang tol dan lampu penerangan jalan.

"Mudah-mudahan lusa lampu penerangan jalan sudah bisa terpasang seluruhnya dan menyala dengan baik ketika malam hari," janji Rohman.*

Komentar via Facebook