Diskusi Publik Unila, Mustafa: Rugi Sekali Jika Mahasiswa Hanya Jago Teori

Nyokabar | Senin, 12 Juni 2017 | Dibaca: 205 | Bandar Lampung

Diskusi Publik Unila, Mustafa: Rugi Sekali Jika Mahasiswa Hanya Jago Teori

Diskusi Publik Unila, Mustafa: Rugi Sekali Jika Mahasiswa Hanya Jago Teori

Nyokabar Bandar Lampung. Menjadi mahasiswa atau generasi yang berdaya saing, mahasiswa diharapkan tidak hanya berdiam diri, berkutat dengan buku dan hanya menjalankan aktivitas perkuliahan. Mahasiswa harus mampu mengembangkan diri secara nyata, memiliki kemampuan leadership dan aktif berorganisasi.

Hal ini terungkap dalam diskusi publik yang di gelar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di gedung K FKIP Unila, Minggu, 11 Juni 2017. Diskusi mengusung tema "Dari pendidikan untuk Indonesia" dengan narasumber Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa.

"Rugi sekali jika mahasiswa hanya kuliah, datang ke kampus, belajar teori, mendapatkan nilai A tetapi setelah lulus tidak bisa apa-apa. Inilah yang harus diantisipasi. Menjadi mahasiswa harus cerdas di lapangan, di organisasi dan memiliki jiwa leadership," ungkap Mustafa di hadapan ratusan mahasiswa

Berbicara pendidikan, diakui Mustafa, saat ini kualitas pendidikan di Lampung masih jauh dari provinsi lainnya di Indonesia. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi dunia pendidikan Lampung.

Khusus di Lampung Tengah, lanjut Mustafa, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pertama, kata dia, pembangunan moral lewat wajib baca Al-quran di siswa-siswa Lampung Tengah.

Lalu pemberian 200 beasiswa di akademi komunitas negeri Lampung Tengah, beasiswa ke sejumlah perguruan tinggi di Lampung dan di luar negeri, pemberian insentif kepada 4 ribuan guru honor, pemerataan pendidikan dan pemberdayaan guru setempat.

Disinggung terobosan yang akan dilakukan dalam menyongsong pendidikan Indonesia yang berkualitas, secara tegas Bupati Ronda ini mengatakan pendidikan Indonesia seharusnya lebih mengedepankan praktik dibandingkan teori.

"Dengan ini pendidikan kita akan menghasilkan lulusan yang siap pakai atau siap kerja. Pendidikan kita seharusnya 70 persen terdiri dari praktik, sisanya 30 persen teori. Jika ini diterapkan Insya Allah pendidikan kita akan berhasil," tandasnya.

Dari pantauan media, diskusi publik yang dimoderatori Fajar, salah satu mahasiswa FKIP ini berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mahasiswa. (*)

Komentar via Facebook