Dalam 7 Jam Terjadi Empat Perampokan di Lampura

Nyokabar | Jumat, 02 Juni 2017 | Dibaca: 781 | Hukum

Nyokabar Kotabumi, - Dalam waktu tujuh jam, empat peristiwa perampokan terjadi di Lampung Utara, Kamis (1/6). Terakhir, Kamis pagi, perampokan menimpa Suyatmi (35), warga Desa Bumi Restu, Kecamatan Abung Surakarta.

Kapolres Lampura Ajun Komisaris Besar Esmed Eryadi menyatakan, pihaknya masih menyelidiki empat kejadian perampokan itu.

"Anggota masih melakukan penyelidikan," katanya.

Suyatmi menjadi korban pencurian dengan kekerasan di jalan perbatasan Desa Rejomulyo dengan Desa Bumijaya, Kecamatan Abung Timur, sekitar pukul 07.30 WIB.

Kejadian berawal saat ia yang berkendara sepeda motor hendak menyetor uang dana Kelompok Usaha Bersama ke rumah Mijo Santoso (52) di Desa Rejomulyo RT 1/RK 4, Abung Timur.

Saat melintas di jalan perbatasan, dua pria dari arah depan tiba-tiba mencegat dengan memalangkan motor di depan Suyatmi.

Seorang di antaranya turun, lalu memegang motor Suyatmi. Seorang lainnya menodong dengan senjata api. Suyatmi kemudian terjatuh dari motor. Uang yang terbungkus dengan kantong plastik di dalam baju ikut tercecer. Pelaku menggasak uang tersebut, kemudian lari ke arah Desa Rejomulyo.

Suyatmi melaporkan peristiwa itu ke Polsek Abung Timur setelah sebelumnya pergi ke rumah kakaknya di Desa Rejomulyo. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian Rp 128 juta. Adapun pelaku tidak membawa motornya.

Sebelumnya, Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, perampokan terjadi di kediaman Edi Saragih (65), warga Dusun IV Jati Rejo, Desa Talang Jali, Kecamatan Kotabumi Utara. Pelaku kemungkinan berjumlah 10 orang. Semuanya menggunakan masker.

Para pelaku awalnya mendongkel jendela depan rumah. Mereka lalu mendobrak teralis jendela menggunakan kayu gelondongan sepanjang empat meter.

Lima orang di antaranya kemudian masuk ke dalam rumah, langsung menodongkan senpi dan senjata tajam jenis golok kepada Edi beserta keluarganya.

Para pelaku mengumpulkan Edi dan keluarganya di ruang keluarga. Mereka mengikat kaki dan tangan korban menggunakan tali rafia.

Setelah itu, mereka masuk ke kamar serta menggasak uang Rp 150 juta, perhiasan emas sekitar 60 gram, satu unit motor merek Supra X 125 warna silver biru, dan satu unit ponsel merek Oppo Mirror 5.

Sekitar sejam sebelumnya, pukul 02.15 WIB, perampok menyatroni rumah Nana Rukmana (35), warga Dusun I, Desa Kemalaraja, Kecamatan Tanjung Raja.

Pelaku kemungkinan berjumlah enam orang, seorang di antaranya membawa senpi dan golok. Pelaku masuk melalui pintu depan dengan cara menjebol kunci pintu. Mereka masuk dan menanyakan tempat penyimpanan uang. Karena ketakutan, Nana menunjukkan tempat menaruh uang.

Para pelaku pergi dengan membawa uang Rp 50 juta, dua unit ponsel, satu unit Ipad, dan tiga unit motor. Di Dusun V Cinta Sari, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara, perampok menyatroni rumah Nasir (40), Sangat (62), dan Ahmad Saipul.

Ketiganya masih memiliki hubungan keluarga. Nasir adalah menantu Sangat, sedangkan Ahmad Saipul merupakan anak Sangat.

Pelaku yang berjumlah sekitar 15 orang merusak pintu dan jendela rumah menggunakan balok ukuran 8x12x300. Setelah pintu dan jendela terbuka, mereka mengikat para korban. Namun, para pelaku tidak berhasil membawa apapun dari rumah ketiga korban. 

Anak Korban Sempat Jadi Sandera, DARI rumah Nana Rukmana (35), warga Dusun I, Desa Kemalaraja, Kecamatan Tanjung Raja, para pelaku sempat membawa anak Nana bernama Siti Ratna.

Mereka membawa serta anak berumur 11 tahun sebagai sandera. Para pelaku meninggalkan Siti Ratna di pos ronda perempatan Desa Sri Bandung, Kecamatan Abung Tengah. Mereka juga meninggalkan satu dari tiga motor korban di talang Blambangan, Tanjung Raja, lantaran mogok.

Kapolres Lampura Ajun Komisaris Besar Esmed Eryadi mengungkapkan, kawanan perampok di Kotabumi Utara dan Tanjung Raja masuk dengan cara merusak pintu rumah, lalu mengambil barang berharga.

"Di satu tempat, Desa Kali Cinta, pelaku tidak bawa apa-apa," ujarnya.

Pihaknya mengakui peristiwa kejahatan di Lampura akhir-akhir ini meningkat. Pihaknya berusaha secepatnya mengungkap kasus demi kasus tersebut, khususnya perampokan. "Kami akan berusaha mengungkap secepatnya," kata Esmed.

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya akan meningkatkan patroli. Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat turut melakukan pencegahan dengan cara menggalakkan ronda malam di lingkungan masing-masing.*

Komentar via Facebook