Penanganan Longsor Liwa-Krui Dipercepat

Nyokabar | Senin, 20 Februari 2017 | Dibaca: 532 | Lampung Barat

Penanganan Longsor Liwa-Krui Dipercepat

Secara swadaya, masyarakat menangani longsor dan pohon tumbang di jalan Liwa—Krui.

Nyokabar Lampung Barat - Penanganan longsor dan pohon tumbang di jalan Liwa-Krui yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat di pekon itu dibantu oleh pemerintah kabupaten dan instansi terkait telah berjalan baik. Peratin Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Way Krui, Husni Thamrin mengatakan di wilayah pekon itu sejak dibentuk satuan pelaksana (satlak) penanganan bencana, yang memberdayakan 10 petugas yang berasal dari warga setempat, telah mendapatkan bantuan peralatan penanggulangan bencana. 

Menurut dia, sebagian besar warga tinggal di sepanjang jalan Liwa-Krui itu sengaja dipilih menjadi petugas agar saat bekerja lebih cepat dalam penanggulangan bencana, seperti tanah longsor dan pohon tumbang, di sepanjang jalan itu. "Kami sudah mendapat bantuan pemkab dua gergaji mesin, tidak ada pungutan kepada pengguna jalan kendaraan yang lewat sudah saya tekankan itu kepada mereka. Sebab, petugas satlak itu melalui kebijakan saya selaku peratin, kami upayakan honor mereka," kata Husni di rumahnya,Minggu (19/2/2017).

Dia mencontohkan seperti yang terjadi pekan lalu saat pohon tumbang dan menutup jalan di Talangbaru, hanya dalam hitungan dua jam jalan kembali dapat dilalui kendaraan setelah satlak melaksanakan tugas mereka. "Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00, normal kembali pukul 06.00," ujar dia.

Pihaknya berharap pemkab dapat memperhatikan satlak di pekon itu dengan memberikan honor yang dianggarkan untuk para petugas tersebut. Husni mengungkapkan Pekon Labuhanmandi menjadi satu dari tiga pekon yang ditunjuk pemkab menjadi desa tangguh bencana, selain Pekon Gedau di Kecamatan Pesisir Utara dan Pekon Pemerihan di Kecamatan Bengkunatbelimbing.

"Kami juga mengharapkan ada satu unit ekskavator yang standby di jalur Liwa-Krui untuk penanganan cepat kalau terjadi longsor. Kami juga telah mengusulkan kepada BPBD Pesisir Barat agar satlak Pekon Labuhanmandi diberi satu kendaraan bermotor inventaris untuk memudahkan menjangkau lokasi-lokasi yang kena longsor atau pohon tumbang," ujarnya.

Pihaknya juga berharap kepada Pemerintah Pusat agar jalur Liwa-Krui ruas jalannya dilebarkan. Sebab, meski terjadi longsor hal itu akan meminimalisasi kemacetan dan masih ada cadangan badan jalan yang dapat dilalui kendaraan. Husni menambahkan saat ini badan jalan sempit dan ketika longsor tertimbun sehingga menyebabkan satu-satunya jalan penghubung kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat macet total.*

Komentar via Facebook