Surat Suara Sudah Tiba di Lambar 11 Januari

Nyokabar | Rabu, 11 Januari 2017 | Dibaca: 848 | Lampung Barat

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung Barat memastikan surat suara pemilihan kepala daerah pada 15 Februari 2017 mendatang telah selesai dicetak dan akan tiba di Lampung Barat pada Rabu.
Untuk memastikan sebanyak 222. 276 surat suara yang dicetak di daerah Klaten tiba di Lampung Barat dengan aman, proses pengiriman dikawal langsung anggota kepolisian resor setempat.

“Tiga hari yang lalu, Komisioner KPU, Panwas dan kepolisian telah mengecek langsung ke perusahaannya, proses pencetakan surat suara sudah selesai dan siap kirim. Rencananya sore ini (Selasa akan dikirim dan tiba di Liwa, Rabu sore. Pengiriman surat suara di kawal anggita kepolisian,” kata Komisioner KPU Divisi Teknis, Syarif Edyansyah, Selasa.

Dia mengatakan total kebutuhan surat suara pada pemilihan kepala daerah 15 Februari 2017mendatang tersebut sebanyak 222.267 surat suara. Jumlah tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di mana terdapat jumlah faptar pemilih tetap DPT 214.648 suara, ditambah sebanyak 2,5% atau 5.628 surat suara cadangan, kemudian terdapat penambahan 2.000 surat suara untuk mengantisipasi terjadinya proses pemilihan ulang.

”Banyak faktor yang bisa menyebebakan pemilihan ulang. Misal jika di kemudian terjadi persoalan hukum yang mengharuskan Mahkamah Konstitusi MK mengambil keputusan untuk melakukan pemilihan ulang, KPU telah menyiapkan cadangan surat suara,” terang Syarif.

Masih menurut Syarif, selain surat suara, KPU telah menyiapkan 578 kotak suara sesuai dengan kebutuhan. Dari jumlah tersebut sebanyak 533 untuk memasukkan surat suara saat pencoblosan di TPS, sisanya 45 kotak ditempatkan di 15 kecamatan dengan masing-masing kecamatan sebanyak 3 kotak. Kemudian untuk bilik suara telah disiapkan sebanyak 1.090 buah yang dibagi per TPS sebanyak dua. ”Tiga kotak suara di kecamatan itu gunanya untuk memasukkan formulir DA, C, dan C7. Sisa bilik suara itu untuk mengantisipasi kalau ada yang rusak,” tegas Syarif Edyansyah.*

Komentar via Facebook